Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga yang terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik, pelajar, pegiat lingkungan, dan lain-lain melakukan aksi bersih-bersih di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Tepatnya, di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo.
Aksi ini digelar masih dalam rangkaian kegiatan hari jadi Pemkab Gresik ke 49 sekaligus hari jadi Kota Gresik yang ke 536.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat agar turut melestarikan lingkungan. Khususnya, di DAS Brantas,” kata Wabup Gresik, Aminatun Habibah, Jumat (10/03/2023).
Wakil Bupati Gresik perempuan pertama itu menyatakan aksi bersih-bersih ini diharapkan tidak menjadi ceremonial saja. Tapi terus berkelanjutan, dan tidak berhenti satu kali ini saja.
“Aksi bersih-bersih ini dapat menjadi momen penyelamatan sungai dari sampah dan polutan baik dari limbah domestik maupun limbah cair industri. Serta meningkatkan semangat masyarakat dalam pelestarian lingkungan di wilayah sungai Kabupaten Gresik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah mengatakan, permasalahan sampah saat ini tengah menjadi salah satu prioritas. Data dari DLH mencatat sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik rata-rata sebanyak 720 m3 per hari. Dimana 80 persennya sampah dihasilkan dari sampah rumah tangga.
Baca Juga:
Bahaya Jika Warga Malang Nekat Buang Sampah ke Sungai Brantas
Wilayah Barat Sungai Brantas Kediri Diterjang Banjir dan Tanah Longsor
“Sampah rumah tangga terutama di wilayah Kota Gresik (Gresik, Kebomas, dan Manyar), 86 persen telah ditangani dengan metode yang baik. Yaitu diangkut dengan petugas kebersihan dan dikomposkan. Sisanya sebesar 14 persen belum ditangani dengan baik,” katanya.
Khususnya sampah yang dibuang di sungai lanjut Sri, juga merupakan salah satu penyumbang bencana hidrometeorologi berupa banjir. Apalagi dengan curah hujan yang sangat tinggi beberapa waktu terakhir.
“Fokus lain yang tak kalah penting adalah pencemaran sungai. Pertumbuhan Gresik sebagai kota industri dan tingginya investasi yang masuk harus sejalan dengan kesadaran menjaga lingkungan,” pungkasnya. [dny/but]






