Malang (beritajatim.com) – Ratusan siswa di 51 Lembaga SDN Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, menggelar upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6/2023).
Dengan memakai busana adat istiadat dari seluruh Propinsi se Indonesia, ratusan murid SD di wilayah Malang Selatan itu, dengan khidmat mengikuti jalannya upacara bendera.
Semangat dan antusias dari seluruh pelajar Sekolah Dasar itu, terlihat sejak pukul 08.00 wib. Diantar orang tuanya, para pelajar diharapkan mampu mewujudkan implementasi Hari Lahirnya Pancasila. Sehingga, para generasi muda harapan bangsa tersebut, mampu mengamalkan makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman Bangsa.
Kepala Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Pamuji S.Pd.MPd, bertindak sebagai pembina uapacara. Kata Pamuji, upacara peringatan Harlah Pancasila tanggal 1 Juni 2023 saat ini, berlangsung serentak tingkat Nasional termasuk di wilayah lembaga sekolah di Kabupaten Malang.
“Khusus untuk di Kecamatan Sumbermanjung Wetan ini, ada sebanyak 51 lembaga SDN. Kemudian seusai upacara, dari masing-masing lembaga mengirimkan foto kegiatan ke kantor Dispendik Kabupaten Malang. Setelah itu, seluruh guru dan murid juga mengikuti zoom meeting di lembaga masing-masing,” tegas Pamuji.
Menurut dia, tema upacara pada Harlah Pancasila ini, yaitu mengedepankan semangat ‘Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global’.
“Artinya apa, didalam kegiatan ini kita sebagai keluarga pendidik termasuk seluruh masyarakat Indonesia, diharapkan bisa bekerja sama untuk membangun peradaban dan pertumbuhan global,” tegasnya.
Pamuji menyambung, dengan kegiatan gotong royong, hal itu termaktub dalam rumusan Pancasila, terutama pada sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Sehingga, dengan kegiatan upacara ini, bisa menjadikan lambang negara Pancasila ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, Kepala SDN Ringin kembar 2 di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Agus Supriyanto berharap, dengan digelarnya peringatan Harlah Pancasila, menanamkan rasa cinta terhadap negara pada seluruh murid SD sejak dini.
BACA JUGA:
Upacara Hari Lahir Pancasila di Mojokerto Pakai Baju Adat
“Dengan peringatan Harlah Pancasila ini, supaya anak-anak termasuk semua dewan guru tidak lupa akan sejarah. Kami selaku tenaga pendidik, menginginkan rasa persatuan dan kesatuan antara guru, murid dan bangsa di Indonesia pada umumnya bisa saling menghargai, saling memperkuat rasa kesatuan dan kesatuan,” tuturnya Agus.
Agus menambahkan, upacara peringatan Harlah Pancasila ini, juga sebagai momentum sejarah yang mempunyai nilai luhur bagi bangsa Indonesia. “Karena jika peringatan ini ditinggalkan, kami khawatir nilai yang sangat bersejarah tentang Pancasila akan terkikis,” Agus mengakhiri. (yog)






