Malang (beritajatim.com) – Upaya membangkitkan kembali pariwisata lokal pasca pandemi terus dilakukan. Di Kelurahan Wonokoyo, Kota Malang, destinasi bersejarah Wisata Aeng Hamid Rusdi kini mendapat napas baru melalui kolaborasi inovatif antara tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dengan Kelurahan Wonokoyo serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, ITN Malang menghadirkan teknologi tepat guna untuk mengatasi dua persoalan utama di lokasi wisata, yaitu sanitasi air bersih untuk kebutuhan MCK dan promosi wisata berbasis digital.
Ketua pelaksana program, Deddy Rudhistiar S.Kom., M.Cs., menyatakan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan dampak nyata bagi pengunjung sekaligus membantu masyarakat mengelola potensi wisata secara modern dan berkelanjutan.
“Tujuan kami adalah meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus membantu masyarakat mengelola potensi lokal secara lebih modern dan berkelanjutan,” ujar Deddy saat dihubungi, Senin (22/9/2025).
Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pembangunan sistem filtrasi air sungai. Sebelumnya, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) menjadi kendala utama. Tim ITN Malang berhasil mengolah air sungai keruh menjadi jernih dan layak pakai melalui teknologi sederhana namun efektif.
“Air sungai diolah melalui serangkaian proses, mulai dari bak pengendapan, filter berlapis, hingga ditampung dalam tandon. Hasilnya, air kini siap digunakan untuk kebutuhan MCK pengunjung maupun warga sekitar,” jelas Deddy.

Selain fasilitas sanitasi, tim pengabdian juga mengembangkan website khusus untuk mendukung promosi digital Wisata Aeng Hamid Rusdi. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai etalase informasi wisata, tetapi juga dilengkapi fitur pencatatan pengunjung dan sistem transaksi digital yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM lokal.
“Berdasarkan hasil evaluasi kami, sistem ini dinilai mudah digunakan dan sangat membantu baik pihak pengelola dalam memantau kunjungan maupun pelaku usaha dalam manajemen transaksi,” tambah Deddy yang juga dosen Teknik Informatika ITN Malang.
Program ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin dengan dukungan tim dosen seperti Ir. Deviany Kartika, MT dari Teknik Sipil, serta Emmalia Adriantantri, ST., MM. dari Teknik Industri. Sejumlah mahasiswa juga turut ambil bagian, di antaranya Ahmad Rizky Ramadani dan Shabrina Dwiputri dari Teknik Informatika, serta Muhamad Nur Arifin dari Teknik Sipil. Dukungan penuh juga datang dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITN Malang.
Kepala Kelurahan Wonokoyo, Bagus Vavan Setiawan, ST., dan Ketua Pokdarwis, Fajar Isnaini, menyambut baik inisiatif ini. Mereka menilai dampak positif mulai terasa, dari promosi wisata yang lebih masif, fasilitas sanitasi yang lebih baik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
“Program ini diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan Wisata Aeng Hamid Rusdi sebagai destinasi yang ramah lingkungan dan mandiri secara digital,” pungkas Deddy.
Sebagai informasi, program pengabdian ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2025. [dan/beq]






