Jember (beritajatim.com) – Ratusan orang mahasiswa yang tergabung dalam Amarah Masyarakat Jember masuk ke halaman Markas Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, dan membakar tiga buah ban di sana.
Selain membakar ban, mereka juga menaburkan bunga dan berorasi mengutuk tindakan polisi yang menyebabkan matinya pengendara ojol di Jakarta.
Sebelum ke Mapolres Jember, para pengunjuk rasa beraksi di depan gedung DPRD Jember. Mereka kemudian berjalan kaki kurang lebih dua kilometer menuju Mapolres Jember.
Di depan Mapolres Jember, beberapa botol plastik sempat melayang dari arah massa ke arah polisi yang berjaga di gerbang markas. Namun lemparan segera berhenti setelah koordinator aksi meminta para demonstran tak melakukannya.
Setelah bernegosiasi, mahasiswa diperbolehkan masuk ke halaman Mapolres Jember. Di sana mereka melanjutkan orasi dan hujatan keras terhadap institusi kepolisian.
Asap tebal membumbung dari ban yang dibakar mahasiswa. Namun situasi kondusif. Tak ada bentrokan.
Mahasiswa sempat memimta Kapolres Jember AKBP Bobby Adimas Candra Putra untuk naik ke atas mobil komando korlap dan mrmbacakan lima poin tuntutan mahasiswa.
- Bebaskan seluruh massa aksi yang ditahan
- Usut tuntas dan adili seluruh aparat pembunuh dari aktor lapangan hingga otak pemberi perintahnya
- Evaluasi institusi POLRI secara menyeluruh
- Copot Kapolri Listyo Sigit Prabowo karena telah gagal mengubah wajah represif kpolisian
- Presiden dan DPR harus segera mengevaluasi segala kebijakan yang tidak berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Kapolres menolak menandatangani lima poin tersebut. “Saya tidak punya kewenangan mencopot Kapolri,” katanya.
Abdul Azis, koordinator aksi, mendesak Kapolres menandatangani. “Toh ini cuma aspirasi kami. Tugas Bapak menyampaikan aspirasi kami,” katanya.
Tidak ada titik sepakat. Kapolres meninggalkan mahasiswa dan mahasiswa pun melanjutkan orasi yang mengecam polisi
Sampai berita ini ditulis pada pukul 14.24 WIb, aksi masih berlangsung. [wir/beq]






