Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 243 buah kotak suara pemilihan umum yang dikirimkan ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kerusakan. Selain itu, ada kekurangan logistik 173 keping segel kertas sebanyak dan 10 buah bilik suara.
Hal ini dikemukakan Yoyok Adi Pranata, komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember, Jumat (1/12/2023). “Kami akan membuat imbauan soal kerusakan kotak suara ini agar ada mekanisme pengembalian ke pabrik dan pabrik mengganti ke KPU Kabupaten Jember,” katanya.
Mengantisipasi agar tak ada kerusakan lagi logistik di tengah perjalanan menuju Hari-H pemilu, Bawaslu Jember akan mengimbau Komisi Pemilihan Umum Jember untuk mewaspadai musim hujan. Air hujan berpotensi merusak logistik pemilu. “Kami akan mengimbau supaya pengiriman logistik tetap terjaga dan sampai ke gudang KPU dalam keadaan aman,” kata Yoyok.
Yoyok juga sudah memeriksa kondisi gudang logistik KPU. Ia menemui beberapa kebocoran atap yang menyebabkan air bisa masuk. “Bawaslu akan mengimbau KPU Jember untuk memperbaiki gudang yang bocor. Intinya kita menjaga kualitas logistik ini dan bisa terdistribusi sampai tingkat desa dan Hari-H,” katanya.
Saat ini surat suara masih belum tiba di Jember. Bawaslu nantinya akan mengawasi penyortiran kertas suara secara melekat. “Kami akan meminta panitia pengawas kecamatan untuk membantu pengawasan ketat ini. Per kecamatan akan kami buat jadwal untuk menjaga waskat (pengawasan melekat), karena selain pengawasan logistik, teman-teman berfokus pada pengawasan kampanye, sehingga tidak tumpang tindih,” kata Yoyok. [wir]






