Gresik (beritajatim.com) – Semarak perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI semakin terasa di berbagai pelosok, salah satunya di Dusun Biyodo, Desa Beton, Kecamatan Menganti, Gresik. Suasana kampung tersebut tampak berbeda dengan gemerlap lampu hias, miniatur burung garuda, hingga taman cantik yang dimanfaatkan warga untuk berfoto.
Warga setempat rela mengeluarkan dana ratusan juta rupiah dari hasil swadaya demi memeriahkan momen tahunan ini. Kampung hias tersebut pun menjadi magnet warga dari berbagai daerah, tak hanya dari Desa Beton, tetapi juga dari Surabaya dan Sidoarjo yang datang untuk berfoto dan menikmati suasana.
Dengan konsep serba merah putih, lampu hias warna-warni membentang di sepanjang jalan, menciptakan pemandangan indah dan eksotis. Berbagai miniatur bangunan seperti Tugu Pahlawan, Jembatan Suramadu, hingga patung proklamator Bung Karno dan Bung Hatta turut mempercantik kampung.
Kepala Dusun Biyodo, Kohar Abdullah, mengatakan persiapan dilakukan secara gotong royong sejak sebulan lalu.
“Warga antusias menghiasi dan mendekorasi kampungnya untuk menyemarakkan kemerdekaan RI ke 80,” katanya, Senin (11/8/2025).
Kohar menjelaskan, biaya hiasan berasal dari tabungan warga selama setahun. “Menabung per minggu Rp40 ribu hingga Rp50 ribu. Jika ditotal masing-masing mengeluarkan uang Rp500 ribu per kepala keluarga,” tuturnya.
Ia menambahkan, setiap RT membuat hiasan sesuai konsep dan ide masing-masing. “Jika dihitung per RT dihias menghabiskan dana Rp10 juta hingga Rp25 juta. Khusus Dusun Biyodo menghabiskan sekitar Rp200 juta,” paparnya.
Sementara itu, warga setempat bernama Suparlan mengaku RT-nya memilih membuat miniatur burung garuda jaya. Pemilihan ini didasari kerukunan tiga agama di kampungnya, yakni Islam, Hindu, dan Kristen. “Desa Beton memiliki tiga dusun diantaranya Dusun Biyodo, Bibis, dan Dusun Beton yang berlomba-lomba menghias kampung halamannya dengan anggaran swadaya masyarakat,” pungkasnya. [dny/ian]






