Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 124 guru ekonomi dari SMA/SMK se-Mojokerto Raya mengikuti kegiatan Literasi Jasa Keuangan yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, bekerja sama dengan Bank Himbara dan sejumlah lembaga jasa keuangan nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Selasa (5/8/2025) ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi melalui jalur pendidikan. Sebanyak 33 peserta berasal dari Kota Mojokerto dan 91 lainnya dari Kabupaten Mojokerto. Mereka mendapat pembekalan langsung dari para narasumber berkompeten.
Diantaranya Santi Wardani dari Bank Indonesia, Indrawan Nugroho Utomo dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Fitri Rossi Septiana dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kegiatan juga diawali dengan sosialisasi dari sejumlah lembaga perbankan nasional seperti Bank Jatim, BRI, BNI, Mandiri, BSI, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru dalam menyebarkan literasi ekonomi kepada generasi muda. “Di tangan panjenenganlah bekal bagi para generasi penerus bangsa ini kami titipkan. Maka literasi keuangan ini sangat strategis,” ungkapnya.
“Dampaknya cukup draktis, menyebabkan pertumbuhan ekonomi turun tajam dari 5,5 persen menjadi 2,79 persen. Kota ini kecil, tidak punya laut, tidak punya sawah, tidak ada potensi sumber daya alam besar. Tapi kami punya strategi, ekonomi digerakkan lewat event, sinergi lintas sektor, dan penguatan UMKM,” jelasnya.
Ia mencontohkan strategi ‘menghidupkan kota dengan event’ sebagai salah satu cara menjaga denyut ekonomi lokal. Sektor alas kaki juga disebut sebagai sektor unggulan yang kini mulai menembus pasar internasional. Bahkan, Kota Mojokerto telah menerima pesanan massal alas kaki, mulai dari Gubernur Jatim hingga perusahaan Korea yang akan mengirim ke Amerika.
“Untuk menopang produksi, kami fasilitasi alat produksi modern senilai puluhan miliar rupiah agar UMKM bisa bersaing dari sisi kecepatan dan kualitas. Capaian lain, yakni meningkatnya penyaluran kredit dari Rp4 triliun pada 2024 menjadi Rp9,3 triliun pada 2025, yang menandakan geliat ekonomi kembali bangkit,” ujarnya.
Kegiatan literasi keuangan ini pun diselaraskan dengan kebijakan nasional (Asta Cita), provinsi (Nawa Bhakti Satya), dan daerah (Panca Cita). Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini berharap para guru yang telah mengikuti pelatihan ini bisa menjadi agen literasi keuangan di sekolah masing-masing.
“Semoga ilmu dan pengalaman hari ini bisa ditransfer kepada murid-murid panjenengan. Mari kita jaga semangat, jaga ekonomi Mojokerto agar terus bergerak maju,” pungkasnya. [tin/but]







