Lamongan (beritajatim.com) – Ratusan orang yang berasal dari salah satu perguruan silat di Lamongan menggelar konvoi dengan menggeber-geber sepeda motor yang dikendarainya di sepanjang jalan. Massa yang berjumlah sekitar 700 pemuda itu memenuhi simpang tiga terminal MPU jalan raya Ngimbang – Jombang.
Tak cukup itu, ratusan orang itu juga memblokade jalan raya setempat sembari terus menggeber-geber motor yang mereka tumpangi. Bahkan, massa dari perguruan silat ini juga menggandeng salah satu komunitas yang berasal dari wilayah Jombang dan Lamongan. Sontak, aksi mereka ini membuat warga sekitar menjadi ketakutan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bentrok-pesilat”]
Diketahui, aksi tersebut terjadi pada Senin malam (28/2/2022), sekitar pukul 21.30 WIB hingga 22.30 WIB. Namun, kejadian ini masih begitu ramai diperbincangkan di dunia maya. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, aksi yang digelar oleh ratusan orang ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas insiden penganiayaan yang menimpa teman mereka, AK (16), yang juga berasal dari perguruan silat yang sama dengan mereka.
“Pengerahan massa itu menuntut penindakan secara cepat terkait kasus penganiayaan dengan korban AK, warga Desa Durikedungrejo, Ngimbang,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/3/2022).
Jinanto menambahkan, untuk sementara kasus ini sudah dalam penanganan Polsek Ngimbang. Lebih lanjut, Jinanto menceritakan, saat seluruh massa dari perguruan silat ini berada di jalan simpang tiga terminal MPU jalan raya Ngimbang-Jombang, mereka melontarkan teriakan-teriakan dan menyampaikan sejumlah tuntutan.
Yakni meminta pihak kepolisian agar mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku penganiayaan terhadap teman mereka, AK. Setelah puas menyampaikan tuntutannya, polisi kemudian melakukan pendekatan secara humanis. Tak berselang lama, akhirnya massa bersedia untuk membubarkan diri dan meninggalkan lokasi. “Kita beri penjelasan, bahwa perkaranya sudah dalam penangan penyidik Polsek Ngimbang,” beber Jinanto.
Selanjutnya, secara bersamaan polisi melakukan pengawalan kepulangan massa, mulai titik kumpul di Terminal MPU Ngimbang hingga ke beberapa wilayah di Lamongan dan perbatasan Jombang. “Massa membubarkan diri sekitar pukul 23.30 WIB,” tandas Jinanto.
Secara rinci, pihaknya mengungkapkan bahwa selain melaksanakan pengamanan dan memberikan pengarahan massa, polisi malam itu juga melakukan koordinasi dan penggalangan dukungan kepada tokoh silat yang ada di Kecamatan Ngimbang. [riq/suf]







