Bojonegoro (beritajatim.com) – Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, digegerkan dengan penemuan ratusan butir amunisi berbagai kaliber yang tersembunyi di dalam Gua Lowo pada Kamis (4/12/2025). Penemuan mencurigakan ini langsung memicu penyelidikan intensif dari tim gabungan aparat kepolisian setempat.
Amunisi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang masuk ke dalam gua dan melihat karung biru berisi benda mencurigakan yang ditindih batu. Temuan tak terduga itu kemudian segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada aparat kepolisian.
Data awal mencatat, total ditemukan lebih dari seratus butir peluru berbagai kaliber. Rinciannya meliputi 113 butir kaliber 5,56 mm, 39 butir kaliber 7,9 mm, 19 butir kaliber 7,62 mm, serta sejumlah peluru lain, magazine, proyektil, hingga besi yang menyerupai popor senjata.
“Ditemukan oleh warga, kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Dander,” ujar Kapolsek Dander, Iptu Warsito, Jumat (5/12/2025).
Setelah menerima laporan, tim gabungan dari Polsek Dander, TNI, Brimob Polda Jatim, dan Sat Reskrim Polres Bojonegoro langsung menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengidentifikasi barang bukti.
“Semua barang yang ditemukan sudah kami bawa ke Polres Bojonegoro,” tambah Iptu Warsito.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, memastikan seluruh amunisi yang ditemukan kini dalam proses pemeriksaan oleh tim identifikasi Brimob Polda Jatim. Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan jenis, usia, dan potensi bahaya dari amunisi tersebut.
“Benar, ada berbagai jenis amunisi. Semuanya sudah diamankan dan sedang diperiksa lebih lanjut oleh tim Brimob,” ujarnya.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami asal-usul ratusan amunisi tersebut. Penyidikan juga mengarah pada kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas tertentu yang tidak sah di kawasan Dander, termasuk dugaan aktivitas terorisme, mengingat temuan berbagai kaliber amunisi dan komponen senjata.
“Masih kami selidiki lebih lanjut,” tegas AKBP Afrian Satya Permadi. [lus/beq]






