Jember (beritajatim.com) – Berkurangnya rasio petugas lapangan Keluarga Berencana (PLKB) atau penyuluh Keluarga Berencana (PKB) tidak menghalangi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meraih Manggala Karya Kencana pertama dalam sejarah.
Bupati Hendy Siswanto menerima penghargaan itu dalam Malam Penghargaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, di Merapi Grand Ballroom PRPP Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/6/2024) malam.
“Ini hasil kerja keras teman-teman penyuluh KB yang terus intensif menjalankan tugasnya yang luar biasa, baik pendampingan maupun advokasi dan edukasi terhadap masyarakat Jember,” kata Hendy.
Hendy layak menyebut penghargaan itu luar biasa, jika dilihat dari penurunan rasio PLKB atau PKB dari satu petugas setiap dua desa dan kelurahan pada 2019-2020 menjadi satu petugas setiap empat desa dan kelurahan pada 2023.
Namun, kendati rasio PLKB dan PKB menurun, persentase petugas PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) di setiap desa tetap konsisten mencapai 100 persen dari tahun 2019 hingga 2023.
Selain itu, hingga Desember 2023, sudah terbentuk sebanyak 226 kampung KB di desa dan 22 kampung KB di kelurahan di Kabupaten Jember.
Hendy menyebut kinerja para penyuluh KB membuat masyarakat Jember bisa memahami pentingnya mengatur jarak kelahiran dan penggunaan alat-alat kontrasepsi, sehingga jumlah populasi bisa dikendalikan. “Keluarga bisa mengayur reproduksi,” katanya.
Namun pekerjaan rumah masih menumpuk. Berdasarkan data terbaru Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember, rata-rata jumlah anak per keluarga di Jember adalah 3,2. Persentase pemakaian kontrasepsi pada 2023 mencapai 100 persen.
Namun ada kendala berupa cakupan program usia subur yang ingin ber-KB yang belum terpenuhi (Unmeet Need), yang mencapai 9,45 persen, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jember 2025-2045.
Selain itu, jumlah anggota Bina Keluarga Balita (BKB) yang ber-KB dan jumlah pasangan usia subur (PUS) peserta KB anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) juga menjadi sorotan.
Hendy berharap, penghargaan Manggala Karya Kencana bisa menjadi awal bagi seluruh jajaran Pemkab Jember untuk bekerja lebih giat lagi. “Pertama kali kami mendapatkan penghargaan ini. Jangan sampai semangat pudar dan justru perlu ditingkatkan lagi,” katanya.
“Mempertahankan Manggala Karya Kencana tidak sederhana. Teman-teman perlu lebih aktif ke lapangan untuk memberikan treatment kepada masyarakat,” kata Hendy. [wir]






