Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya memastikan keselamatan penumpang angkutan umum terus digencarkan di Terminal Tipe A Seloaji.
Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo bersama petugas terminal dan Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan ramp check terhadap seluruh armada bus yang beroperasi, baik antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP). Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh bus yang diuji berada dalam kondisi layak jalan.
Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma menegaskan ramp check ini, menjadi instrumen penting dalam menjaga keamanan perjalanan masyarakat. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari kondisi fisik kendaraan, kelengkapan armada, hingga memastikan para awak bus dalam kondisi sehat.
“Kami memastikan bis terdapat APAR dan pemecah kaca berada di dalam bus. Selain itu juga lakukan cek lampu dan wiper serta bannya. Sehingga nantinya jika digunakan oleh masyarakat, bus dalam kondisi prima,” kata AKP Dewo, Rabu (19/11/2025).
Selain memeriksa kelayakan kendaraan, tim gabungan juga melakukan pengecekan kesehatan terhadap puluhan sopir dan kru. Menurut Dewo, kondisi fisik pengemudi menjadi faktor krusial dalam menekan risiko kecelakaan.
“Tes kesehatan, salah satunya mengecek tensinya, kita tidak tahu kondisinya prima atau tidak. Ya, mungkin minum kopi atau kurang tidur menyebabkan tensi tinggi, kita sediakan tempat untuk istirahat dulu. Kalau sudah kondisi prima, baru diperbolehkan mengendarai bus,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dewo juga menyosialisasikan Operasi Zebra Semeru 2025 yang berlangsung pada 17–30 November. Ada tujuh pelanggaran prioritas yang menjadi fokus penindakan selama operasi.
“Kami berharap kegiatan ramp check ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan,” tambahnya.
Kepala Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo, Dendy Trias, menyebutkan ada sekitar 42 perusahaan otobus yang beroperasi di terminal tersebut—terdiri dari 27 PO AKAP dan 15 PO AKDP. Ramp check internal juga rutin dilakukan setiap hari sebelum bus diberangkatkan.
“Jadi memang kalau dari terminal Seloaji itu setiap hari memang melakukan ramp chek. Ya kalau memang tidak laik jalan ya ditunda,” pungkasnya.(end/ted)






