Tuban (beritajatim.com) – Tren pemasangan bendera bajak laut dari serial anime One Piece yang marak selama perayaan bulan Kemerdekaan Agustus di Kabupaten Tuban menuai perhatian aparat penegak hukum. Polres Tuban mengimbau masyarakat untuk tidak mengikuti tren tersebut dan mengingatkan pentingnya menjaga semangat nasionalisme dengan mengibarkan bendera Merah Putih.
Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto, mengungkapkan bahwa sejumlah warga yang sudah terlanjur memasang bendera tersebut telah didatangi petugas gabungan dari TNI dan Polri. Pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif.
“Untuk sementara hanya diperingatkan untuk tidak masang bendera tersebut,” ujar IPTU Siswanto saat dikonfirmasi, Selasa (5/8/2025).
Ia menjelaskan, warga yang kedapatan memasang bendera bajak laut tersebut tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Singgahan, Kerek, dan Montong. Mereka mengaku hanya mengikuti tren yang sedang viral di media sosial.
“Ketiga orang di wilayah tersebut saat ditanya hanya iseng-iseng sama yang lagi viral,” tambahnya.
Pihak Polres Tuban menekankan bahwa masyarakat perlu lebih bijak dalam mengekspresikan kreativitas, terutama pada momen penting seperti peringatan Hari Kemerdekaan. Bendera Merah Putih sebagai simbol negara harus tetap menjadi identitas utama yang dikibarkan oleh masyarakat.
“Imbauan Kapolres untuk meningkatkan semangat nasionalisme cinta Tanah Air,” tegas Siswanto.
Sebagai langkah edukatif, Satlantas Polres Tuban juga menggelar kegiatan pembagian bendera Merah Putih kepada pengendara sekaligus menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kampanye kepolisian dalam menumbuhkan semangat nasionalisme dan disiplin berkendara menjelang 17 Agustus. [dya/beq]






