Blitar (beritajatim.com) – Selama momen Hari Kemerdekaan ini, aparat kepolisian termasuk Polres Blitar Kota melarang adanya kegiatan battle sound keliling. Polisi beralasan, larangan itu dikeluarkan lantaran battle sound mengganggu Kamtibmas dan bertentangan dengan budaya asli dalam acara Karnaval Kemerdekaan.
“Dalam rangka menjaga kondusivitas di wilayah hukum Polres Blitar Kota, untuk saat ini izin acara battle sound atau sejenisnya kami tangguhkan,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setiyo.
Namun ternyata di balik larangan tersebut ada salah satu kelompok yang disebut-sebut sebagai Rajanya Battle Sound di Jawa Timur yakni Brewog Audio. Brewog Audio ini dimiliki oleh seorang pria bernama Muzahidin atau biasa disebut Mas Bre.
Brewog Audio ini berdiri pada 2019 lalu di sebuah rumah yang beralamatkan di Jalan Ngantru-Srengat, Togogan I, Togogan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Rumah tersebut kini dijadikan basecamp sekaligus toko dari Brewog Audio.
“Brewog Audio ini berdiri pada 2019 lalu, kami awal job awal jadinya sound itu tahun 2019 awal, terus lanjut sampai sekarang,” ucap Muzahidin atau biasa disebut Mas Bre di salah satu channel youtubenya.
BACA JUGA:
Wabup Blitar 2 Kali Ancam Mundur, Kali Ini Benar Dilakukan?
Sang pemilik, Mas Bre mengaku pada awalnya tidak mengetahui tentang sound audio. Pria yang memiliki brewok itu kemudian belajar dari youtube dan teman-teman yang lain tentang sound audio.
Pada awal merintis, Mas Bre harus berjuang untuk mengenalkan Brewog Audio ke masyarakat. Perbaikan kualitas sound audio pun terus ia lakukan agar Brewog Audio digemari oleh masyarakat.
“Jadi dulu awalnya itu sangat susah lah, jadi untuk membentuk sebuah audio itu sangat sulit sekali, jadi dulu awal itu kita banyak eksperimen,” ungkap Mas Bre.
Di awal merintis usaha ini, sang pemilik Mas Bre harus berkorban banyak mulai dari tenaga hingga uang yang tidak sedikit. Brewog Audio pun memilih mematok tarif murah diawal berdirinya.
BACA JUGA:
Laga Pembuka Pra Porprov, Kota Blitar Lumat Kabupaten Nganjuk Enam Gol Tanpa Balas
Hal itu dilakukan agar Brewog Audio lebih cepat dikenal masyarakat. Meski harus rugi namun resiko itu dipilih Mas Bre. Kini setelah 4 tahun berjalan Brewog Audio sudah memiliki nama besar di kalangan bettle sound ataupun karnaval.
“Jadi dulu emang even, untuk pertama even-evennya masih karnaval, terus lama-lama kita dikenal dan kami sekarang sudah bisa menghandle acara-acara besar,” jelasnya.
Brewog audio kini bukan hanya menjadi kelompok sound horeg semata. Namun juga telah membuka toko di di Jalan Ngantru-Srengat, Togogan I, Togogan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Masyarakat pun kini dapat membeli perlengkapan maupun sound seperti yang dimiliki Brewog Audio di toko tersebut. [owi/beq]






