Malang (beritajatim.com) – Wisuda ke-70 Politeknik Negeri Malang (Polinema) telah mengukuhkan 830 lulusan pada Sabtu (27/9/2025). Salah satu prestasi membanggakan diraih Farah Ayu Mufida, mahasiswi Magister Terapan Sistem Informasi Akuntansi, dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik tingkat institusi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,96.
Pencapaian akademis yang gemilang ini bukan satu-satunya prestasinya. Farah berhasil melahirkan inovasi digital bernama E-TaxZone, sebuah aplikasi berbasis website yang dirancang untuk menjadi jembatan antara teori perpajakan di kelas dan praktik di dunia kerja.
Aplikasi yang menjadi inti dari tesisnya ini memungkinkan mahasiswa akuntansi untuk berlatih dan merasakan simulasi proses perpajakan secara nyata, mulai dari pengajuan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) hingga pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.
“Ide ini lahir dari diskusi dengan dosen dan terinspirasi dari sosialisasi Ditjen Pajak. Saya ingin mahasiswa terbiasa dengan sistem pelaporan modern, sehingga tidak kaget lagi saat memasuki dunia kerja yang serba digital,” ungkap Farah kepada media, Senin (29/9/2025).
E-TaxZone dirancang sebagai solusi pembelajaran aplikatif. Menurut Farah, selama ini mahasiswa banyak belajar teori, namun minim kesempatan untuk mempraktikkan langsung alur pelaporan pajak digital. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memahami setiap langkah secara interaktif, mengurangi potensi kesalahan, dan membangun kepercayaan diri sebelum berhadapan dengan sistem perpajakan yang sesungguhnya.
Keberhasilan Farah tidak diraih secara instan. Perempuan asal Kota Mojokerto ini mengakui bahwa konsistensi, disiplin, dan manajemen waktu yang baik menjadi kunci utamanya. Terlebih, ia harus menyeimbangkan antara studi D4, program fast track ke jenjang magister, hingga pekerjaan.
“Program fast track dari Polinema sangat membantu, karena kita bisa langsung lanjut S2 dengan lebih efisien, baik dari segi waktu maupun biaya,” jelasnya.
Berbekal ilmu dan pengalaman yang didapat, Farah tidak butuh waktu lama untuk menapaki kariernya. Saat ini, ia telah bergabung dengan sebuah kantor akuntan publik ternama di Jakarta. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di masa depan.
Bagi Farah, Polinema telah memberinya bekal yang sangat berharga, mulai dari suasana akademik yang suportif, fasilitas pengembangan diri, hingga program sertifikasi yang relevan dengan industri. Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak takut mencoba dan terus berinovasi memanfaatkan teknologi.
“Lebih baik menyesal karena sudah mencoba daripada menyesal karena tidak pernah mencoba,” tuturnya menutup pembicaraan. (dan/kun)






