Surabaya (beritajatim.com) – Bulan Ramadan menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari selama puasa dapat berdampak pada kesehatan mulut dan gigi.
Menurut seorang dokter gigi spesialis penyakit mulut dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Petra (UK Petra), drg. Imme Kris Wicaksono, Sp.PM., menjaga kebersihan mulut selama Ramadan sangat penting untuk menghindari masalah seperti bau mulut, gigi berlubang, hingga sariawan.
Berikut beberapa tips dari drg. Imme agar kesehatan gigi tetap terjaga selama berpuasa.
1. Menyikat Gigi dan Menggunakan Benang Gigi Secara Rutin
Menyikat gigi minimal dua kali sehari setelah sahur dan berbuka menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan mulut. Tidak hanya itu, penggunaan benang gigi (flossing) juga sangat dianjurkan untuk membersihkan sisa makanan yang terselip di antara gigi.
“Flossing membantu mencegah sisa makanan tertinggal dalam jangka waktu lama, yang bisa menjadi penyebab bau mulut dan plak,” jelas drg. Imme.
Jika sisa makanan tidak dibersihkan dengan baik, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan berbagai masalah gigi serta gusi.
2. Gunakan Obat Kumur yang Tepat
Saat berpuasa, produksi air liur berkurang sehingga mulut cenderung lebih kering. Kondisi ini dapat menyebabkan bau mulut serta meningkatkan risiko bakteri berkembang biak.
Oleh karena itu, drg. Imme menyarankan untuk menggunakan obat kumur antibakteri yang bebas alkohol agar tidak memperparah mulut kering.
“Obat kumur sebaiknya memiliki kandungan antibakteri agar efektif membunuh kuman, tetapi harus bebas alkohol supaya tidak membuat mulut semakin kering,” tambahnya.
3. Menjaga Hidrasi untuk Mencegah Mulut Kering
Mulut kering sering menjadi keluhan umum selama Ramadan karena berkurangnya produksi air liur akibat dehidrasi. Untuk mengatasi hal ini, drg. Imme merekomendasikan konsumsi air putih yang cukup, yaitu delapan gelas sehari, dengan pola empat gelas saat sahur dan empat gelas saat berbuka.
“Hidrasi yang cukup sangat penting untuk menjaga kelembapan mulut dan mencegah risiko karies serta sariawan,” tuturnya.
Selain itu, mengonsumsi buah-buahan dengan kadar air tinggi, seperti semangka dan melon, juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
4. Batasi Makanan Manis dan Gorengan
Makanan manis dan gorengan memang menggoda saat berbuka puasa, tetapi konsumsi berlebihan bisa berdampak buruk pada kesehatan gigi. Kandungan gula yang tinggi dapat mempercepat pembentukan karies, terutama ketika produksi air liur sedang menurun.
“Gorengan, sirup, dan makanan manis harus dikontrol. Jika mengonsumsinya, sebaiknya segera berkumur atau menyikat gigi setelahnya,” saran drg. Imme.
Mengurangi asupan gula dan menggantinya dengan makanan sehat seperti buah-buahan segar dapat membantu menjaga kesehatan gigi selama Ramadan.
5. Waspada terhadap Masalah Kesehatan Mulut di Bulan Ramadan
Drg. Imme juga mengingatkan bahwa beberapa masalah kesehatan mulut yang sering muncul selama Ramadan, seperti gigi berlubang, bau mulut, mulut kering, dan sariawan, umumnya disebabkan oleh pola makan yang berubah serta kebersihan mulut yang kurang optimal.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan mulut bukan hanya soal estetika, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan secara keseluruhan.
Dengan menerapkan langkah-langkah perawatan yang tepat, kita bisa menjalani puasa dengan lebih nyaman, percaya diri, dan tentunya tetap sehat. Senyum sehat tidak hanya mencerminkan kebersihan mulut, tetapi juga menjadi kunci kesehatan fisik dan mental yang lebih baik selama Ramadan. (fyi/ian)






