Iklan Banner Sukun
Ragam

Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand Daftarkan Kebaya Sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Potret Kebaya. (Sumber foto: Deddy_Sunarto/pixabay.com)

Surabaya (beritajatim.com) – Kebaya telah lama dikenal sebagai pakaian tradisinal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia. Menjadi salah satu ciri khas berbudaya, pakaian ini akan dinominasikan untuk masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak benda UNESCO. Nominasi ini diprakarsai oleh empat negara Asia Tenggara, yaitu Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand.

Nominasi bersama ini akan menjadi penekanan multikulturalisme dan akar bersama Singapura dengan kawasan Asia Tenggara. Dewan Warisan Nasional (NHB) Singapura juga mengatakan jika kebaya merupakan nominasi multidimensional perdana bagi Singapura, yang mana akan diserahkan pada Maret 2023.

Selain itu, NHB menyatakan Malaysia telah mengusulkan sekaligus mengoordinasikan hal ini dengan membahasnya dalam rangkaian rapat kerja di antara sejumlah negara pada 2022. Hingga menciptakan persetujuan dari Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand untuk bekerja sama.


Keempat negara itu juga siap menyambut apabila ada negara lain yang hendak bergabung dalam nominasi tersebut. Sejauh ini, belum terlihat niatan Indonesia untuk turut bergabung dan mendaftarkan kebaya khasnya.

“[Nominasi bersama itu] menggarisbawahi multikulturalisme ini dan akar bersama kita dengan wilayah tersebut,” kata CEO NHB Chang Hwee Nee sebagaimana dilansir Straits Times.

Menurut NHB sendiri, kebaya merupakan pakaian tradisional wanita yang populer di kawasan tersebut. Sehingga nominasi ini akan menjadi perwakilan dan ajang pelestarian sejarah dari adat dan istiadat wilayah tersebut. Tidak hanya itu, pemahaman lintas budaya pun akan terpromosikan sehingga nantinya bisa dikenakan oleh banyak komunitas di Asia Tenggara.

Sementara itu, Indonesia sendiri telah mengajukan empat warisan budaya tak benda secara terpisah. Yakni kesenian reog, jamu, tenun Indonesia, dan tempe. Pengajuan nominasi tersebut telah diajukan secara resmi pada 25 Maret 2022.

Mulai Januari hingga Maret 2023 mendatang, NHB akan mengadakan kampanye secara masif untuk menyebarkan informasi terkait nominasi ini kepada masyarakat luas.

Selanjutnya, akan menjadi tugas UNESCO untuk memberikan penilaian pada nominasi, tentunya didasari oleh aspek definisi warisan budaya takbenda serta seberapa baik masing-masing dari empat negara dapat memastikan promosi dan transmisi praktik terkait kebaya.

Hasil dari penilaian nominasi diperkirakan akan diumumkan pada akhir 2024. (mnd/nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar