Surabaya (beritajatim.com) – Baru-baru ini netizen digegerkan dengan penemuan markas penipu online yang diduga berlokasi di rumah milik Dino Patti Djalal.
Dino Patti Djalal adalah mantan Duta Besar Amerika, ternyata rumah miliknya disalahgunakan oleh penyewa sebagai tempat untuk melakukan penipuan online.
Nasib apes yang dialami Dino Patti Djalal, membuat dirinya memberi pesan kepada masyarakat Indonesia untuk berhati-hati dalam menyewakan rumah.
Rumah miliknya berada di Kemang, Jakarta Selatan, mantan Duta Besar Amerika tersebut melaporkan sendiri perkara yang terjadi disana.
Baca Juga: Kernet Bus Sugeng Rahayu Akhirnya Meninggal di RS Widodo Ngawi
Polisi yang mengecek lokasi kejadian mengetahui informasi tersebut dari Dino sendiri yang melapor melalui akun Instagram.
Dari hasil penyelidikan Polsek Mampang Prapatan yang mendapatkan laporan, diketahui bahwa penyewa menggunakan KTP WNI yang palsu.
Selain itu pelaku memasang busa peredam suara di dinding rumah bagian dalam milik Dino.
Serta terdapat puluhan kasur dan meja yang memenuhi ruangan di dalam rumah, namun pihak kepolisian belum bisa memastikan bahwa terjadi penipuan online.
Karena rumah tersebut kosong tidak meninggalkan bukti apapun, hanya tersisa barang-barang.
Baca Juga: Puan Blak-blakan tentang Mas Anies, Cak Imin, NasDem, Demokrat, PPP, dan Mas Ganjar
Profil Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal adalah seorang founder dari FPCI yang memiliki kepanjangan Foreign Policy Community of Indonesia.
Pernah menjadi Juru Bicara Kepresidenan Republik Indonesia selama 6 tahun sejak 2004 hingga 2010.
Duta Besar Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat selama 3 tahun sejak 2010 hingga 2013.
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia pada tahun 2014, Ketua Dewan World Resources Indonesia sejak tahun 2015 hingga sekarang.
Selain itu masih terdapat tiga perusahaan dimana Dino Patti Djalal bergabung dan masih bekerja hingga sekarang. Yaitu Dino Patti Djalal Consulting, HDH Law Firm dan Indonesia Diaspora Network Global.
Itulah profil tentang Dino Patti Djalal mantan Duta Besar Amerika yang rumahnya dikabarkan pernah jadi markas oleh komplotan penipu online. (ian)






