Sidoarjo (beritajatim.com) – Gerakan Pemuda Ansor Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, menggelar Pelatihan Kemampuan Dasar (PKD) ke- 21 dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) ke-19 di SMP NU Hasyim Asyàri, Desa Pepe Sabtu (16/9/2023). Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi.
Menurut H. Subandi, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjamin aksistensi organisasi. Kader-kader pemimpin masa depan akan tercetak melalui kegiatan seperti ini.
Selain itu kegiatan Diklatsar seperti ini adalah upaya konkrit dari Gerakan Ansor untuk membentuk karakter pemuda yang toleran, mengayomi, cinta kepada bangsa dan negara.
“PKD yang ke-21 dan Diklatsar yang ke-19, ini benar-benar para pesertanya dididik untuk pengkaderan, jadi harus diikuti sungguh-sungguh. Karena panjenengan (kalian) semua adalah aset NU,” ucapnya kepada peserta PKD.
BACA JUGA:
Kasatlantas Polresta Sidoarjo Dimutasi Sebagai Kasiaga SPKT dan Kanit Regident di Paurdisindig
Ia menitipkan pesan kepada para sahabat Ansor bahwa mendekati tahun politik, NU tidak boleh berpolitik. Namun sebagai warga negara, NU harus bisa menjaga pelaksanaan politik bisa damai,tenang dan aman. Tidak ada indikasi yang kira-kira yang mengganggu kehidupan bangsa dan negara.
“Kita bersama-sama harus bisa menjaga marwah bangsa Indonesia kita letakkan dipundak bersama. Jangan sampai hajat yang begitu besar tahun depan terganggu pelaksanaannya,” lanjutnya.
BACA JUGA:
Kasatlantas Polresta Sidoarjo Dimutasi Sebagai Kasiaga SPKT dan Kanit Regident di Paurdisindig
Lebih lanjut ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan, terutama di Kecamatan Sedati. Kecamatan Sedati hingga saat ini sudah aman, nyaman dan tentram. Jangan sampai karena situasi politik yang memanas, mempengaruhi kondusifitas di Sedati.
“Kiprah GP Ansor dalam menjaga NKRI tidak diragukan lagi. Diklatsar semacam ini untuk membentuk karakter pemuda, pertama yakni cinta kepada Bangsa dan Negara. kedua taat pada fatwa-fatwa kiai. Bagaimanapun kita paham betul, bahwa aksi-aksi intoleransi masih ada di beberapa daerah,” imbuhnya. [isa/beq]






