Iklan Banner Sukun
Ragam

Penelitian Jerman Buktikan Semut, Hewan Kecil dengan Populasi Besar di Dunia

Ilustrasi Semut. (Sumber foto : unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Si kecil berwarna hitam yang suka dengan hal manis. Kita tentu saja sudah mengetahui jawabannya. Ya, benar semut! Dalam biologi, semut termasuk dalam golongan serangga anggota famili Formicidae, ordo Hymenoptera.

Hewan kecil ini memiliki lebih dari 12.500 jenis. Sebagian besar dari mereka berada di kawasan tropika. Selain itu, semut terkenal sebagai serangga sosial karena saling tolong menolong dengan koloni. Kehidupan sarang semut dapat dikatakan teratur dengan anggota ribuan semut per koloni.

Tapi, pernahkah kamu berpikir mengenai seberapa banyak jumlah koloni semut atau keseluruhan semut di muka bumi ini?

Tentu sangat banyak dan tersebar di berbagai daerah. Hal ini berhasil diungkapkan oleh peneliti Jerman baru-baru yang memberikan data dalam angka mengenai jumlah populasi semut di Bumi.

Peneliti Jerman dari University of Würzburg melakukan sebuah riset yang sudah terbit pada jurnal PNAS. Dia mengestimasi ada sekitar 20.000.000.000.000.000 individu semut di bumi. Dari 20 kuadriliun semut itu, tiga kuadriliun di antaranya hidup di bawah tanah atau ground dwelling.

Apabila dibandingkan dengan populasi manusia yang berjumlah 7,9 miliar individu. Maka, setiap 1 individu manusia sebanding dengan 2,5 juta semut yang hidup pada waktu yang sama. Jumlah bertanggung jawab atas 12 megaton karbon.

Jumlah biomassa semut setara dengan biomassa burung dan mamalia liar jika dijumlahkan. Ketika dikaitkan dengan manusia, maka setara 20 persen dari biomassa manusia.

Dalam menjaga bumi, memang penting pengetahuan mengenai distribusi dan kelimpahan organisme sehingga lebih mudah memahami peran mereka dalam ekosistem dan kepentingan ekologis untuk taksa lain. Hanya saja, pengetahuan ini kurang untuk serangga, karena anggapnya mereka hanya sebagai kecil dunia.

Patrick Schultheiss bersama temannya melakukan 489 penelitian mengenai semut di berbagai benua sehingga mendapatkan angka 15,700 spesies hidup hampir di seluruh benua kecuali di kutub.

Tanpa disadari, ternyata semut berperan penting pada hampir setiap ekosistem terestrial. Semut berperan dalam siklus nutrisi, proses dekomposisi, penyebaran benih tanaman dan gangguan tanah.

Selain itu, semut termasuk pada kelompok serangga beragam yang memiliki spesies berbeda dalam memenuhi berbagai fungsi. Maka dari, populasi besar semut membuat mereka berperan sebagai pemain kunci ekologis. (prd/nap)

Apa Reaksi Anda?

Komentar