Surabaya (beritajatim.com) – Baru-baru ini, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) telah menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Namun, apa sebenarnya PSHT itu? Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang PSHT.
Hebohnya perbincangan mengenai PSHT ini terjadi setelah dilakukan pengesahan warga baru di Kodiklatal Krembangan.
Hal ini berdampak pada kebijakan polisi yang memberlakukan jam malam khususnya di kawasan Surabaya Utara, mulai sore hingga Jumat (28/7) dini hari.
Sejarah PSHT
PSHT merupakan singkatan tak resmi dari Persaudaraan Setia Hati Terate, sedangkan singkatan resmi yang digunakan adalah SH Terate. Didirikan oleh Ki Hajar Harjo Utomo pada tanggal 2 September 1922 di Desa Pilangbango, Kota Madiun, membuat PSHT memasuki usia yang istimewa yaitu 100 tahun atau 1 Abad pada tahun 2022 lalu.
PSHT juga dikenal dengan nama resmi SH Terate dan merupakan salah satu dari 10 Perguruan Historis pendiri Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta.
BACA JUGA: Wartawan Tak Boleh Masuk ke Dalam Polres Tuban, AKBP Suryono Minta Maaf Karena Miskomunikasi
Penting untuk diketahui bahwa SH Terate memiliki kedudukan khusus dalam AD/ART IPSI, di mana mereka merupakan Perguruan Historis dengan keanggotaan otomatis di pusat.
Para Pendekar SH Terate
Anggota PSHT atau SH Terate disebut sebagai Warga SH Terate yang terdiri dari tiga tingkatan, yaitu Warga SH Terate Tingkat 1, Warga SH Terate Tingkat 2, dan Warga SH Terate Tingkat 3.
Di dalam PSHT, tidak dikenal istilah guru dan murid seperti di perguruan silat lainnya. Sebaliknya, para “guru/pelatih” dipanggil dengan sebutan “mas/mbak pelatih”, sedangkan yang dilatih dipanggil dengan sebutan “adik”. Hal ini sejalan dengan konsep Persaudaraan yang dianut oleh PSHT.
Proses Menjadi Anggota PSHT
Proses menjadi anggota PSHT atau Warga SH Terate melibatkan beberapa tahapan latihan. Setiap siswa harus melalui tahapan Siswa Tingkat Sabuk Polos, Siswa Tingkat Sabuk Jambon, Siswa Tingkat Sabuk Hijau, dan Siswa Tingkat Sabuk Putih sebelum akhirnya dapat diakui sebagai anggota PSHT atau Warga SH Terate.
Lebih dari Pencak Silat
Selain mengajarkan pencak silat sebagai bela diri, PSHT juga mengajarkan berbagai aspek lainnya. Di dalam PSHT, para anggota diajarkan tentang olahraga, kesenian, kerohanian, dan tentunya persaudaraan.
BACA JUGA: 48 Pendekar Silat Konvoi Bawa Sajam di Tuban
Tujuan utama dari PSHT adalah mendidik manusia berbudi pekerti luhur, mengetahui benar dan salah, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta ikut memayu hayuning bawono.
Kepemimpinan PSHT
Saat ini, Drs. R Moerdjoko, H.W, menjabat sebagai Ketua Umum PSHT. Sedangkan cabang Surabaya dipimpin oleh Agus Sugiono.
PSHT terus melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur dalam mengajarkan pencak silat dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Dengan usianya yang memasuki 100 tahun, PSHT terus menjadi kebanggaan bagi para anggotanya dan ikut berkontribusi dalam memperkuat ikatan persaudaraan di tengah masyarakat. (mnd/nap)






