Iklan Banner Sukun
Ragam

Masa Berlaku Paspor Diperpanjang Jadi 10 Tahun, Berikut Berkas dan Cara Membuatnya

Ilustrasi paspor sebagai salah satu data pribadi. (Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memperpanjang masa berlaku paspor yang semula lima tahun menjadi 10 tahun.

Perubahan ketentuan ini tertera dalam Permenkumham Nomor 18 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Permenkumham Nomor 8 Tahun 2014 tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor. Peraturan baru ini mulai berlaku sejak Kamis, 29 September 2022.

“Masa berlaku paspor biasa paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak diterbitkan,” demikian bunyi Pasal 2A ayat 1 Permenkumham 18/2022 yang dikutip pada Sabtu (01/10/2022).


Dalam ketentuan itu, paspor biasa dengan masa berlaku paling lama 10 tahun dapat diberikan kepada warga negara Indonesia dengan syarat telah berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Sementara itu, masa berlaku paspor biasa yang diterbitkan bagi anak berkewarganegaraan ganda tidak boleh melebihi batas usia anak tersebut untuk menyatakan memilih kewarganegaraannya.

“Batas usia anak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditentukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 2A ayat 4.

Bagi yang berminat ingin membuat paspor, berikut ini berkas yang dibutuhkan untuk mengajukan pembuatan paspor secara umum:

  1. Kartu tanda penduduk yang masih berlaku;
  2. Kartu keluarga;
  3. Akte kelahiran, akte perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
  4. Surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang Asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  5. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama; dan
  6. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki Paspor biasa.

Adapun cara bikin e-Paspor yaitu sebagai berikut :
1. Daftar Online
a. Pendaftaran untuk membuat e-Paspor dilakukan secara online. Sebelumnya bisa download aplikasi Layanan Paspor Online dari hp atau dengan mengunjungi laman antrian.imigrasi.go.id.
b. Selanjutnya, pilih Kantor Imigrasi tujuan dan pilih Tanggal dan Waktu untuk datang ke kantor imigrasi yang sudah dipilih secara online.
c. Simpan barcode antrean untuk ditunjukkan pada petugas saat berada di Kantor Imigrasi.

2. Datangi Kantor Imigrasi
a. Datang ke Kantor Imigrasi tujuan sesuai tanggal dan waktu yang telah dipilih sebelumnya melalui online.
b. Bawa Dokumen persyaratan (asli dan fotokopi) dengan lengkap
c. Siapkan barcode untuk dipindai petugas
d. Tunggu nomor antrean dipanggil untuk wawancara dan foto. Perlu diketahui, untuk sesi foto jangan menggunakan pakaian warna putih karena latar foto paspor berwarna putih.
e. Selesai wawancara dan foto, akan diberikan Bukti Pengantar Pembayaran untuk melakukan pembayaran sesuai dengan peraturan yang tertera di kertas tersebut.
f. Untuk pembayaran e-Paspor bisa dilakukan melalui bank, baik itu dari teller, ATM, atau e-banking.

Jika e-paspor sudah selesai diproses, maka pembuat paspor bisa membawa e-KTP, Bukti Pembayaran, dan Tanda Terima Permohonan Paspor untuk mengambilnya.

Perlu dicatat, untuk pengambilan e-Paspor dengan diwakilkan oleh keluarga yang masih satu Kartu Keluarga (KK) maka perlu membawa KK asli. Namun, jika diwakilkan orang lain maka perlu disertakan surat kuasa. (nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar