Surabaya (beritajatim.com) – Kurma adalah buah yang wajib ada selama bulan Ramadhan. Selain karena rasanya yang manis dan kaya manfaat, kurma juga memiliki daya tahan yang sangat lama apabila disimpan dengan cara yang benar.
Bahkan jika Kurma terlalu lama disimpan dan mengering (kehilangan kelembapan dan kandungan air), kita masih bisa “menghidupkannya kembali” dengan merendamnya dalam air panas.
Dengan sifatnya yang demikian, kita harus tetap teliti dalam memilih kurma untuk dikonsumsi. Sebab kualitas kurma yang beredar di pasaran sering kali bercampur dan sukar ditebak, hanya dengan sekilas saja.
Untuk menentukan apakah kurma kita masih layak untuk dimakan, ada lima tanda yang wajib kamu ketahui.
1. Warna Kurma semakin gelap dan bahkan berjamur
Apabila warna kurma berubah menjadi semakin gelap (kecuali kurma kering yang memang aslinya berwarna hitam seperti Kurma Ajwa atau Mozafati), pada bagian luar maupun dalam, maka sebaiknya kurma tersebut tidak dikonsumsi.
BACA JUGA: 3 Resep Olahan Pisang Untuk Takjil, Enak, Manis, dan Bikin Nagih
Waspada juga apabila kurma ditumbuhi jamur, yang dimaksud jamur ini bukan berarti kristal putih kekuningan yang berada di balik lapisan kulit luar kurma, karena itu hanyalah gula yang mengkristal. Namun jamur yang terlihat di bagian luar kurma yang berwarna putih hingga kuning, yang bentuknya bisa bertekstur seperti spora.
2. Kurma mengeluarkan bau tidak sedap
Mengindikasi bau dari kurma merupakan salah satu poin yang paling mudah untuk mengetahui kualitas dari kurma. Kurma yang berkualitas biasanya tidak memilki bau yang menyengat, namun justru tercium aroma yang lembut khas kurma. Kalau kamu mencium bau yang menyengat, asam, dan busuk dari, maka sudah jelas kurma tersebut tidak layak dikonsumsi.
3. Ada “tamu tak diundang” alias kutu
Sangat penting untuk memeriksa bagian dalam Kurma dengan membelahnya terlebih dahulu sebelum dimakan. Karena bisa jadi ada “tamu tak diundang” yang tinggal di dalam kurma.
Tamu yang dimaksud adalah hewan-hewan kecil, berupa serangga kutu, laba-laba, bahkan juga ulat hingga belatung yang biasa bersarang di dalam buah kurma.
Hal ini merupakan risiko yang selalu bisa terjadi bahkan pada kurma berkualitas terbaik sekalipun. Indikasi umum pada kurma yang diserang hama serangga/ulat dapat kita lihat pada bagian pangkal buah atau di kulitnya ada serpihan-serpihan kecil berwarna cokelat.
BACA JUGA: Deretan Film Hollywood yang Rilis April 2023, Ada Genre Aksi hingga Horor
4. Terlalu Lengket
Ketika kurma sudah lengket dan berlendir, itu artinya kurma sudah masuk tahapan pembusukan oleh jamur dan mikroba. Sangat bijak untuk tidak mengkonsumsi kurma yang sudah berlendir, untuk menghindari sakit pencernaan.
5. Rasa Kurma berubah
Kurma yang aman dikonsumsi tidak memiliki rasa pahit atau asam. Perubahan rasa kurma ini bisa terjadi apabila terlalu lama disimpan dan terjadi reaksi kimia antara jamur atau mikroorganisme lainnya.
Jika kamu menemukan lima kondisi di atas pada waktu membuka kotak kurma, bukan berarti kurmanya tidak bisa dimakan semuanya sama sekali.
Buang atau bersihkan kurma yang sudah tidak layak dikonsumsi, kemudian makan kurma yang masih bagus kondisinya.
Langkah pencegahan agar mendapatkan kurma layak konsumsi adalah dengan teliti sebelum membeli. Serta pastikan untuk memilih kurma yang berkualitas baik dan masih segar (tidak disimpan terlalu lama). (kai/nap)






