Surabaya (beritajatim.com) – Golkar Surabaya menyambut baik pernyataan Wali Kota Eri Cahyadi yang tak lagi melakukan pembatasan saat bulan Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya. Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni menyebut momen datangnya bulan suci Ramadhan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim dengan gegap gempita.
Oleh sebab itu seluruh umat muslim tentu menyiapkan diri untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah bulan suci secara khusu’. “Masjid dan Musholla seluruh Surabaya sudah berbenah untuk menyambut pelaksanaan bulan suci yang kedatangannya dinantikan jutaan umat muslim di Surabaya, maka sudah tepat manakala Pemkot Surabaya tidak lagi melakukan pembatasan karena Covid seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Toni sapaan akrabnya, Minggu (19/3/2023).
Masih menurut Toni, Partai Golkar Surabaya juga memandang, datangnya bulan suci Ramadhan tahun 2023 ini juga akan menggairahkan dan menumbuhkan ekonomi di kota Surabaya.
Hal ini lantaran masyarakat atau kelompok masyarakat akan berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan, baik melalui kegiatan pembagian takjil maupun pembagian sahur keliling yang akan dipesan ke pelaku-pelaku UMKM di Kota Surabaya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Golkar-Surabaya”]
Golkar Surabaya, lanjutnya, sudah menjadikan kegiatan pembagian takjil menjadi tradisi tahunan setiap datangnya bulan suci Ramadhan. Para pengurus menyisihkan sebagian rezeki yang diterima untuk membeli nasi bungkus dari para pelaku UMKM dan mendistribusikan ke wilayah-wilayah yang ada di Surabaya.
“Sehingga saudara-saudara kita yang belum sempat menyiapkan takjil karena harus bekerja, bisa mendapatkan manfaat berbuka dengan rekan kerjanya sambil menikmati keramaian jalanan di kota Surabaya,” katanya.
Berkaitan dengan gangguan kamtibmas akhir-akhir ini yang sedikit meningkat, Toni mengatakan, memang pihaknya mendapatkan laporan dari sejumlah tokoh masyarakat tentang meningkatnya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di sejumlah wilayah.
Untuk itu pihaknya mendorong Pemerintah Kota meningkatkan operasi tiga pilar di sejumlah titik rawan yang ada di kota Surabaya. “Saat ini sejumlah kampung sudah mengaktifkan keamanan lingkungan secara swadaya, kami berharap Pemkot hadir dengan memberikan bantuan perangkat handy talky ( HT) yang bisa tersambung dengan kantor kecamatan setempat, sehingga kalau terjadi peristiwa tindak pidana di lingkungan tersebut dapat ditangani dengan cepat,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya ini.
Ketika disinggung mengenai pelaksanaan toleransi antar umat beragama di kota Surabaya, Toni yang juga mantan aktivis mahasiswa ini mengatakan, selama ini kota Surabaya sudah membuktikan sebagai kota yang ramah dan toleran untuk penduduk Surabaya yang beragam.
Selama ini juga masyarakat sudah menunjukkan nilai-nilai tepo seliro, meski berbeda agama dan keyakinan selalu menghargai satu sama lain, apalagi dalam waktu dekat akan ada Surat Edaran Wali Kota Surabaya yang memerintahkan penutupan rumah hiburan umum di kota Surabaya.
“Kami meyakini, begitu surat edaran wali kota Surabaya keluar, Satpol PP Kota Surabaya akan menegakkan aturan itu secara ansich, sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum bisa tereduksi dengan sendirinya,” pungkasnya.[asg/kun]
![Golkar Surabaya Sambut Ramadhan Tanpa Pembatasan Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni.[ist].](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/03/80A1ECF1-B758-4926-9BA1-9CDDF79C5822-1024x768.jpeg)





