Surabaya (beritajatim.com) – Kopi merupakan minuman yang sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Agar bisa mengenal kopi lebih jauh, berikut adalah panduan sederhana belajar kopi, meliputi jenis dan cirinya.
Hal pertama yang harus diketahui mengenai kopi adalah varietas biji kopi, terutama yang paling populer.
Biji kopi yang siap diseduh merupakan biji tanaman kopi yang disangrai hingga menghitam atau kecoklatan, kemudian ditumbuk menjadi bubuk. Minuman kopi yang dihasilkan akan berbeda dalam rasa dan aroma tergantung pada jenis biji kopi yang digunakan, di mana tanaman kopi ditanam, dan bagaimana cara memanggangnya.
Arabica dan Robusta adalah dua jenis biji kopi utama yang sering ditemui. Lalu apa bedanya?
– Kopi Arabika
Biji kopi yang paling umum digunakan untuk membuat kopi adalah Arabika. Jika dibandingkan dengan biji Robusta, biji Arabika dianggap lebih berkualitas dan harganya lebih mahal. Arabika menghasilkan kopi dengan rasa yang lebih lembut dan manis.
– Robusta
Biji kopi Robusta seringkali harganya lebih murah, sebab tanaman kopi jenis ini lebih mudah tumbuh dan dibudidayakan. Rasa kopi robusta lebih pahit dari biji Arabika dan mengandung lebih banyak kafein. Campuran espresso dan kopi instan sering kali mengandung biji kopi jenis ini.
[berita-terkait number=”5″ tag=”makanan”]
1. Jenis Minuman Kopi Panas
– Kopi hitam
Kopi hitam diseduh saat panas dari biji kopi yang digiling. Disajikan tanpa tambahan susu, gula, ataupun perasa.
– Kopi bebas kafein
Meskipun biji kopi secara alami mengandung kafein, namun ada beberapa teknik memanggang yang dapat menghilangkannya. Biji kopi tanpa kafein ini digunakan untuk membuat kopi tanpa kafein. Kopi tanpa kafein memberikan rasa yang lebih enak dengan sedikit kafein, sehingga kopi jenis ini menjadi populer di kalangan banyak orang.
– espreso
Kebanyakan orang tahu bahwa espresso shot lebih kuat dari kopi dalam jumlah yang sama, tetapi apa sebenarnya perbedaannya? Meskipun biji yang digunakan untuk menghasilkan espresso pada dasarnya tidak berbeda dari yang digunakan untuk membuat kopi, biji tersebut digiling lebih halus dan disiapkan dengan rasio bubuk dan air yang lebih tinggi.
Hasilnya berupa cairan yang lebih kental, lebih pekat dan memiliki rasa yang lebih kuat. Satu shot espresso rata-rata sebanyak satu ons atau 30 mililiter. Espresso berfungsi sebagai dasar untuk minuman kedai kopi terkenal seperti latte dan cappucino.
– Latte
Proporsi klasik latte biasanya 1/3 espresso dan 2/3 susu kukus dengan lapisan kecil busa di atasnya. Namun sekarang kedai kopi telah mengembangkan varian yang bisa dicoba. Seperti latte sirup beraroma seperti vanilla, atau menggunakan susu oat untuk alternatif seseorang yang alergi susu. Buih yang ada di latte biasanya dihias oleh barista, sehingga nampak seni yang enak dipandang.
– Cappuccino
Minuman berbahan dasar espresso ini menyerupai latte, hanya saja lapisan atasnya berbusa lebih besar. Espresso, steamed milk, dan froth digabungkan dalam porsi yang sama sesuai standar. Cappucino sering disajikan dalam cangkir 6 ons, yang lebih kecil dari cangkir latte dan dapat diberikan taburan kayu manis atau cokelat bubuk di atasnya.
– Macchiato
Macchiato adalah minuman espresso dengan sedikit susu kukus atau busa yang ditambahkan. Caffè macchiato adalah kopi yang telah diberi noda susu karena kata macchiato dalam bahasa Italia berarti “bernoda” atau “berbintik”.
– Americano
Meskipun kadang-kadang disalahpahami sebagai kopi hitam biasa, americano lebih dari itu. Americano adalah segelas espresso yang diencerkan dengan air panas.
– Café au Lait
Minuman Prancis yang terdengar elegan ini cukup mudah dibuat: Kopi dan susu yang dipanaskan atau direbus keduanya dan digunakan dalam proporsi yang sama.
– Cortado
Minuman asal Spanyol ini merupakan perpaduan antara espresso dan steamed milk. Cortado memiliki sedikit atau tidak ada busa, berbeda dengan banyak minuman kopi Italia. Biasanya kopi ini disajikan dalam gelas 4,5 ons.
– Flat White
Minuman ini dibuat dengan susu kukus dan espresso, mirip dengan latte, tetapi dengan rasio espresso banding susu yang lebih tinggi. Selain itu, barista melipat susu saat dikukus untuk memberikan tekstur yang lebih lembut. Flat White berasal dari akar Selandia Baru dan Australia.
– Mocha Latte
Mocha latte adalah latte yang diberikan gula dan cokelat, yang umumnya dalam bentuk bubuk kakao, cokelat leleh, atau sirup.
– Red eyes
Minuman yang satu ini dibuat dari espresso dicampur dengan kopi hitam. Sehingga konsentrasi kafein dalam minuman ini sangat tinggi.
– Kopi Irlandia
Bahan untuk minuman ini adalah kopi hitam, wiski, gula, dan ditambahkan krim kocok di atasnya. Kopi Irlandia disajikan dalam gelas toddy yang khas dengan lapisan krim yang tebal, sehingga mudah dikenali.
[berita-terkait number=”5″ tag=”resep”]
2. Jenis Minuman Kopi Dingin
– Iced Coffee (es kopi)
Es kopi pada dasarnya adalah kopi yang ditambahkan es agar dingin. Cara termudah untuk membuatnya adalah: Buat secangkir kopi panas standar dan biarkan dingin. Kemudian tambahkan susu dan pemanis apa pun yang diinginkan, terakhir tinggal menambahkan es.
– Iced Latte (Es Latte)
Espresso, susu, dan es adalah semua yang dibutuhkan untuk membuat Latte versi dingin.
– Cold Brew
Salah satu tren kopi paling populer dalam beberapa tahun terakhir adalah cold brew. Cold brew dibuat dengan memakai metode “perendaman” selama minimal 8 jam. Untuk menyeduh (brewing), yang digunakan umumnya adalah air biasa dengan suhu ruang atau dengan air dingin. Kopi ini memiliki rasa yang lebih halus dan lebih sedikit rasa pahit.
– Nitro-Cold Brew
Pemanggang kopi modern menggunakan metode dari industri bir untuk menghasilkan minuman dingin jenis baru ini: Teksturnya berbusa seperti bir karena disuntikkan dengan gelembung nitrogen.
Demikianlah panduan sederhana belajar kopi, baik jenis dan cirinya. (kai/ian)






