Surabaya (beritajatim.com) – Menurut penelitian penis pria umumnya berukuran 9 hingga 9,5 cm dalam keadaan relaksasi. Namun, ketika ereksi bisa mencapai 12,8-14,5 cm.
Sedang sebagian pria, mungkin merasa kurang percaya diri ketika memiliki penis dengan ukuran lebih kecil. Dalam banyak kasus, para pria takut akan penilaian perihal kepuasan seks dari pasangannya.
Hingga tak sedikit dari mereka yang kerap melakukan berbagai cara dan upaya untuk mendapatkan penis yang lebih besar. Bahkan, banyak yang tidak peduli dengan berbagai dampak lain yang mungkin saja bisa menyertainya. Berikut ini beberapa cara yang kerap dipilih untuk memperbesar alat vital.
Gunakan pil dan lotion
Hal yang paling umum dipilih para pria untuk memperbesar penis ialah dengan cara mengonsumsi pil atau dengan mengoleskan lotion. Kedua media ini biasanya memiliki kandungan mineral, vitamin, atau hormon. Meskipun begitu tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa pil atau lotion bisa memperbesar ukuran penis.
Suntik silikon
Cara lain yang bisa digunakan ialah suntik silikon. Penyuntikan cairan ini juga kerap dilakukan para laki-laki untuk memperbesar ukuran kelamin mereka. Namun, sebenarnya hal ini sangat berbahaya.
Hal ini karena sifat silikon yang tidak dapat terserap oleh tubuh. Terlebih biasanya yang melakukan penyuntikan ialah tenaga nonmedis. Sehingga banyak risiko yang mungkin akan terjadi.
Pompa vakum
Pompa vakum yang bekerja dengan menarik banyak darah pada bagian penis juga dapat membuatnya tampak lebih besar. Meski begitu, penggunaan vakum yang terlalu lama atau lebih dari 20 menit tentu memiliki risiko, seperti rusaknya jaringan. Selain itu juga tidak adanya bukti medis yang menyebutkan demikian.
Penggunaan alat berat
Ada juga seseorang yang memilih menggunakan alat berat. Pemberat yang diletakkan diujung penis ini disimpan hingga sekitar enam bulan. Harapannya tentu untuk memperbesar alat vital tersebut, setidaknya setengah inchi. Namun, tindakan ini sangatlah berbahaya karena dapat merobek jaringan dan memecah pembuluh darah.
Tindakan operasi
Tindakan operasi bisa dilakukan dengan dua cara, yakni memperbesar alat vital atau pun memperpanjangnya. Namun, prosedur dalam operasi belum dikatakan aman dan juga efektif. Bahkan memungkinkan terjadinya risiko infeksi, kerusakan saraf, hingga sulit ereksi.
Menurunkan berat badan
Metode ini mungkin cara paling aman. Terlebih banyak orang yang menganggap bahwa seorang laki-laki yang berbadan besar hingga obesitas biasanya mempengaruhi ukuran penis yang lebih kecil. Tak ayal, jika menurunkan berat badan atau diet dipercaya dapat membuat penis tambak lebih besar. [fyi/tur]






