Mojokerto (beritajatim.com) – Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan Hindu Budha yang berdiri pada sekitar abad 13 hingga 16. Majapahit didirikan pada tanggal 12 November tahun 1293 masehi oleh raja pertamanya yaitu Raden Wijaya menantu dari Kertanegara dan raja terakhir dari Singasari.
Raja-raja Kerajaan Majapahit (1293-1522 AD)
Banyak sumber yang membicarakan tentang tokoh Raden Wijaya. Kitab-kitab Kidung Pararaton, Naga rakragama maupun prasasti adalah sumber pokok untuk mengungkap peranannya sebagai pendiri kerajaan Majapahit
Menurut Drs Riboet Darmosoetopo dalam tulisannya di 700 Tahun Majapahit, Raden Wijaya adalah anak Dyah Lembu Tal, cucu Mahisa Campaka atau Narasinghamurti, buyut Mahisa Wongateleng, dan piut (canggah) Ken A rok – Kend pêdês).
Tampaknya Raden Wijaya mula-mula mengabdi kepada raja Kertanagara dan dipercaya untuk memimpin prajurit Singasari.
“Maka tidak aneh ketika Singasari diserang Jakatwang, Raden Wijaya dipe- rintah untuk menghadapinya,” kata Riboet dalam tulisannya tersebut.
Ketika Singasari diduduki prajurit Kadiri, puteri- puteri Kêrtanagara yang akan dikawinkan dengan Raden Wijaya ditawan mereka.
Dengan usaha yang gigih puteri yang tua direbut Raden Wijaya, meskipun Wijaya beserta teman-temannya terus dikejar tentara Kadiri Prasasti Kudadu menyebutkan bahwa Raden Wijaya kemudian berunding dengan ke-12 prajuritnya yang setia dan mereka sepakat mengungsi ke Madura untuk berlindung kepada Arya Wiraraja.
Raden Wijaya lalu keluar dari hutan menuju Pandakan, dan karena Gajah Panggon sakit ia ditinggal di rumah kepala desa Pandakan.
Baca Juga:
Warisan Kuliner Majapahit, Festival Nasi Bakar Semarakkan Pekan Budaya Majapahit 2023 di Mojokerto
Wijaya dan prajuritnya menuju ke Datar, dan pada malam hari naik perahu menuju Madura Setiba di Madura Raden Wijaya menghadap Arya Wiraraja, yang menasehatinya agar menghamba kepada Jayakatwang di Kadiri.
Tujuan pokoknya ialah untuk melihat kekuatan kerajaan Kadiri ketika penghambaannya telah diterima dan juga diberi kepercayaan oleh Jayakatwang, Raden Wijaya dianjurkan Wiraraja agar minta hutan Terik (sekarang Tarik Sidoarjo) untuk dijadikan kota Majapahit.
Wiraraja membantu dengan mengerahkan orang Madura sebagai tenaga kerja. Setelah hutan Terik sudah jadi kota dan Raden Wijaya tinggal di sana, ia berhasrat akan menyerang Jayakatwang. Akan tetapi, atas nasehat Arya Wiraraja, maksud Raden Wijaya itu ditangguhkan sambil menunggu datangnya tentara Tartar.
Mereka tidak tahu bahwa Kertanagara telah meninggal karena serangan Jayakatwang. Atas nasehat Arya Wiraraja Raden Wijaya bersekutu dengan tentara Tartar untuk menghantam tentara Jayakatwang.
Karena kalah Jayakatwang kemudian lari ke Junggaluh, tetapi ia tertangkap dan ditahan di sana. Di tempat tahanan itu ia menulis kidung Wukir Polaman Disebutkan ia meninggal di Junggaluh pula.
Sekarang tiba saatnya Raden Wijaya menghancurkan tentara Tartar. Akibatnya sebagian tentara Tartar meninggal dan sebagian lagi terpencar lari menyelamatkan diri menuju kepelabuhan Tuban dan kembali ke Cina
Baca Juga: Hari Lahir Majapahit 12 November 1293, Kerajaan Terbesar Nusantara
Ada beberapa sumber yang dapat dipakai untuk mengungkap tahun berdirinya kerajaan Majapahit, dengan patokan sebagai titik awal tentulah saat Raden Wijaya diangkat menjadi raja pertama Maja- pahit.
Berdasarkan sejarah Dinasti Yuan (1280-1367 M) kronologi ekspedisi tentara Kubhilai Khan dapat disampaikan sebagai berikut.
Bulan XI tahun 1292 M tentara Kubhilai Khan meninggalkan Fukien, Kiangsi dan Kukuang. Bulan I tahun 1293 armada tersebut sampai di pulau Kolan (Belitung), dan pada tanggal 3-3-1293 mereka sampai di Pa-tsich (Sungai Mas). Tanggal 19-4-1293 tentara Kubhilai Khan dihancurkan Raden Wijaya, dan sebagian yang selamat kembali ke Cina.
Pararaton dan Nagarakṛtagama memberi data yang sama. Pararaton memberitakan bahwa Raden Wijaya naik takhta pada tahun 1216 C-1294 M.
samangka raden wijaya ajêjênêng prabbu i çaka rasa rupa dwi çitangçu, 1216 (Par).
Demikian pula Nagarakṛtagama memberitakan bahwa setelah Jayakatwang meninggal dunia, pada tahun 1216 C- 1294 AD Raden Wijaya naik tahta di Majapahit bergelar Kertarajasa Jayawardhana: Berita tersebut dikutipkan sebagai berikut:
ri pjab nrpa jayakatwan awa kang jagat masa ruba rawi çakabda rika nararyya sira ratu siniwin ri majaphit tanuraga jayariputinlah nrpa krtarajasa jayawardhana nrpati (kitab Negarakertagama 45:1)
Menurut kidung Harsawijaya Raden Wijaya naik takhta tepat pada pureng kartika masa panca dasi 1215c, yaitu pada tanggal 15 saat rembulan purnama bulan Kartika tahun 1215 C yang bertepatan dengan ah tanggal 12-11-1293 M.
Menurut prasasti Kudadu pada bulan Bhadrauapada 1216 C (1294 M) Raden wn Wijaya telah disebut Kartarajasajaya wardhananama- rajabhiseka.
Jadi ada tiga peristiwa penting untuk melacak saat berdirinya kerajaan Majapahit yaitu:
Pada tanggal 19 April 1293 M Tentara Kubhilai Khan meninggalkan Jawa
Pada tanggal 12 November 1293 M Raden Wijaya naik takhta
Pada tanggal 11 September 1294 M Kertarajasa memberi anugerah sima kepada rama di Kudadu
Masa pemerintahan Raden Wijaya penuh dengan perjuangan. Beberapa teman sejawat waktu meng hadapi Jayakatwang dan tentara Kubhilai Khan tidak puas akan anugerah atau jabatan yang dibe- rikannya Ranggalawe yang tidak jadi diangkat patih akhirnya melawan Raden Wijaya, sehingga terjadi perang pada tahun 1217 C1295 M, yang disebut Paranggalawe Wiraraja yang tidak jadi mendapat seperdua dari tanah Jawa, akhirnya tidak mau be kerja sama dengan Raden Wijaya lagi Tiga tahun setelah Paranggalawe terjadi Pasora Dua tahun ke- mudian terjadi Pajurudemung Semua yang ingin memecah persatuan dan kesatuan kerajaan Majapahit dapat diselesaikan oleh Raden Wijaya
Raden Wijaya sebagai pendin kerajaan Majapahit memerintah selama 16 tahun (1215-1231 C- 1293- 1309 M) Menurut kitab Pararaton Raden Wijaya meninggal pada tahun 1267 C = 1345 M dan didbarmakan di Antapura. mokta sira, dbinarma ring antapura i caka 1257 (Par.) Kitab Nagara-krta gama memberitakan Raden Wijaya meninggal pada tahun 1231 C-1309 M didbarmakan di Simping dengan sifat Ciwaistis, dan di Antapura dengan sifat Budhistis (Nag. 47 3).
Dalam Kitab Negarakertagama, disebutkan bahwa Raden Wijaya menikah dengan empat putri Kertanegara yaitu Gayatri, Jayendradewi, Nerendraduhita serta Tribhuwaneswari. Permaisuri yang terpilih dari empat putri tersebut adalah Tribuwaneswari sedangkan tiga lainnya adalah selir Raden Wijaya.
Namun dalam Kitab Pararaton, disebutkan bahwa Raden Wijaya hanya menikahi dua dari putri Kertanegara. Akan tetapi, Raden Wijaya juga menikahi seorang putri dari Kerajaan Dharmasraya dari Sumatera bernama Dara Petak.
Putri Dara Petak kemudian dibawa oleh Raden Wijaya dalam ekspidisinya bernama Ekspedisi Pamalayu di tanah Melayu pada tahun 1275 hingga 1286 masehi. Dari pernikahan dengan Dara Petak, Raden Wijaya memiliki soerang putra yang ia beri nama Jayanegara.
Akan tetapi menurut Prasasti Sukamerta serta Prasasti Balawi, Jayanegara adalah putra dari Raden Wijaya dengan permaisuri Tribhuwaneswari. Dengan selirnya, yaitu Gayatri, Raden Wijaya memiliki dua orang putri yaitu Dyah Ditarja atau dikenal pula dengan nama Tribhuwana Wijayatunggadewi serta Dyah Wiyat atau dikenal dengan nama Rajadewi Maharajasa.
Jayanegara sebagai putra Raden Wijaya kemudian akan meneruskan kekuasaan ayahnya sebagai raja kedua dari Kerajaan Majapahit. Sedangkan Tribhuwana Wijayatunggadewi kemudian menjadi penguasa ketiga di Kerajaan Majapahit. [tin]
Raden Wijaya adalah raja pertama Kerajaan Majapahit
1. Berkuasa tahun 1293-1309 masehi
2. Penobatan 15 Kartika 1215 Saka
3. Nama lengkap : Nararya Sanggramawijaya
4. Nama tahta : Sri Narpati Kertarajasa Jayawardhana
5. Permaisuri : Tribhuwaneswari
6. Istri :
– Tribhuwaneswari
– Narendraduhita
– Jayendradewi
– Gayatri
– Indreswari
7. Anak :
– Jayanegara
– Tribhuwana Wijayatunggadewi
– Rajadewi Maharajasa
8. Agama : Hindu







