Sumenep (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep melaksanakan agenda ‘Ziarah Pers’ ke makam para tokoh senior dan sesepuh organisasi di Kabupaten Sumenep pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI.
Para pengurus dan anggota PWI Sumenep mengunjungi makam sejumlah mantan ketua serta wartawan senior yang telah berpulang di beberapa lokasi pemakaman. Di antaranya adalah makam Deni Abu Said, Abdur Rasyid, serta sejumlah tokoh pers lainnya yang memiliki andil besar dalam membangun marwah organisasi.
Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menegaskan bahwa agenda rutin tahunan ini sangat krusial untuk menjaga tradisi dan sejarah jurnalisme di daerah. Langkah tersebut dianggap penting guna memastikan semangat perjuangan jurnalisme masa lalu tetap terpatri di sanubari generasi pers saat ini.
“Ziarah Pers ini kami lakukan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pendahulu PWI Sumenep yang telah mendedikasikan diri bagi dunia pers dan jurnalistik,” ujar Faisal Warid pada Jumat (6/2/2026).
Warid yang juga merupakan jurnalis RRI ini menilai para pendahulu memiliki peran strategis dalam membangun fondasi eksistensi organisasi di ujung timur Madura. Nilai-nilai perjuangan mereka dianggap menjadi pijakan kuat bagi keberlanjutan PWI Sumenep hingga mampu eksis hingga usia 80 tahun.
Kegiatan ini juga dimaknai sebagai momentum refleksi bagi seluruh wartawan untuk terus menjunjung tinggi profesionalisme serta etika jurnalistik di era digital. Hal ini dikarenakan tantangan pers modern membutuhkan integritas yang sama besarnya dengan apa yang telah dicontohkan oleh para tokoh senior tersebut.
Pers ditekankan sebagai profesi yang menghasilkan karya intelektual jangka panjang dan memiliki dampak edukasi luas bagi masyarakat. Tulisan yang berkualitas dari seorang wartawan diharapkan mampu menjadi warisan informasi yang tetap relevan dan bermanfaat bagi publik lintas generasi.
PWI Sumenep mendorong agar semangat pengabdian para tokoh pers terdahulu dapat menjadi inspirasi utama bagi wartawan di wilayah setempat. Peningkatan kualitas karya jurnalistik menjadi target utama agar pers di Sumenep tetap menjalankan fungsinya secara informatif dan bertanggung jawab.
Warid turut mengajak seluruh insan pers menjadikan HPN 2026 sebagai titik balik penguatan komitmen terhadap fungsi edukatif jurnalisme. Penegasan etika profesi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap setiap informasi yang disajikan oleh media massa.
“Kami berharap nilai-nilai perjuangan para pendahulu ini bisa terus hidup dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan wartawan PWI Sumenep,” ucap Faisal Warid dengan nada optimis.
Acara ‘Ziarah Pers’ ini diisi dengan pembacaan doa bersama secara khidmat serta tradisi tabur bunga di atas pusara para sesepuh organisasi. Seluruh jajaran pengurus dan anggota PWI Sumenep hadir langsung mengikuti prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para guru jurnalisme Madura. [tem/beq]






