Jombang (beritajatim.com) – Menjadi jurnalis bukan berarti menutup peluang usaha lainnya. Kalangan wartawan bisa membangun mindset bisnis untuk menopang perekonomian keluarga. Pasalnya, wartawan memiliki modal jaringan. Nah, lewat jaringan itulah wirausaha bisa digerakkan.
Itulah pokok-pokok pikiran yang mengemuka dalam pelatihan wirausaha bagi wartawan yang digelar oleh PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Jombang di Green Red Hotel Syariah Jl Sukarno-Hatta, Jumat (30/9/2022). Hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut adalah wartawan senior yang juga CEO DeDurian Park, Yusron Aminulloh.
Yusron memulai materinya soal mengubah mindset atau pola pikir wartawan. Dia membeber beberapa contoh usaha kreatif. Semisal, tentang perkebunan kakao di beberapa tempat di Indonesia. Oleh petani kakao dijual Rp15 ribu per biji ke Malaysia. Oleh Malaysia, kakao tersebut diolah menjadi tepung, lalu dijual Rp 45 ribu per kilogram ke Amerika.
[berita-terkait number=”3″ tag=”wartawan-jombang”]
Oleh Amerika diolah lagi menjadi berbagai olahan makanan mulai permen hingga cokelat. Harganya bisa mencapai Rp 375 ribu. “Padahal, Amerika tidak punya sebatang pun pohon kakao. Tapi melalui kreatifitas, bisa mendapatkan untung banyak. Justru petani penghasil kakao di Indonesia tetap miskin. Itu salah satu contoh. Makanya mengubag mindset itu penting,” kata mantan wartawan Surabaya Post ini.
Lebih spesifik, Yusron menjelaskan, untuk memulai bisnis harus diawali dengan niat yang benar. Niat tersebut bukan ingin kaya, bukan ingin sukses, bukan ingin dipuji, juga bukan keinginan untuk hidup mewah. Tapi bisnis harus memiliki niat mulia. Semisal, ingin menyekolahkan anak hingga tingkat tinggi, ingin beramal sebanyak-banyaknya, serta ingin melanjutkan amal jariyah orangtua.
“Kalau niat memulai bisnis itu benar, maka kekayaan akan datang sendiri. Sekali lagi, sebelum memulai wirausaha, niat kita harus ditata dengan benar. Jangan memulai bisnis dengan niat ingin menjadi kaya,” kata pria kelahiran Desa Mentoro Kecamatan Sumobito Jombang ini.

Cak Yus, panggilan akrab Yusron, mengungkapkan bahwa kemajuan seseorang dalam berwirausaha dipengaruhi empat faktor. Yakni, inovasi/kreatifitas sebesar 40 persen, jaringan atau network 25 persen, teknologi 20 persen, serta SDA-finansial sebesar 10 persen. “Selebihnya soal nasib,” katanya.
Nah, menurut Yusron, wartawan sudah memilik jaringan kuat. Wartawan memiliki banyak teman. Sehingga untuk memulai usaha, wartawan itu sudah memiliki modal 25 persen. “Untuk itu, wartawan harus memulai menggali kreativitas, banyak baca buku, dan mencari pendamping dalam bisnis. Bisa juga cari bisnis yang sudah ada, lalu amati, tiru, dan modifikasi,” ungkapnya.
Dalam forum itu, Yusron juga menceritakan bisnis yang dia bangun di Wonosalam Jombang, yakni DeDurian Park. Yusron membangun bisnis itu saat pulang kampung ke Jombang. Walhsil, dia memulai dengan modal Rp325 juta, dalam empat tahun bisnis tersebut berkembang pesat. Saat tiga tahun omset dan aset sudah tembus Rp 32 miliar.
[berita-terkait number=”2″ tag=”bisnis”]
“DeDurian Park juga membangun kemitraan dengan 82 lembaga. Baik itu universitas, kementerian, perusahaan swasta, BUMN, Pemprov (pemerintah provinsi), Pemda (pemerintah daerah), serta lembaga pendidikan atau sekolah. Dari bisnis tersebut juga berkembang dengan membangun 30 villa di Wonosalam, yakni Saieda Estate,” ungkapnya.
Forum pelatihan usaha ini berlangsung cukup gayeng. Sedikitnya 25 anggota PWI Jombang hadir di acara tersebut hingga selesai. “Ini untuk membekali wartawan, sehingga dengan membangun wirausaha bisa menambah income atau pendapatan. Apa yang disampaikan oleh Cak Yusron sangat bermanfaat bagi kami,” kata Ketua PWI Jombang Sutono. [suf]






