Situbondo (beritajatim.com) – Bencana puting beliung menerjang Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo pada Jumat (27/3/2026) malam. Peristiwa ini menyebabkan enam rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Situbondo, angin kencang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan melanda dua titik, yakni Dusun Laok Bindung RT 002 RW 004 serta Dusun Pesisir RT 002 RW 005.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan kejadian tersebut. Laporan pertama diterima pada Sabtu (28/3/2026) pagi, dan tim langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi.
“Iya benar, kami terima laporan dari warga pada Sabtu pagi dan langsung bergerak ke lokasi. Dari hasil assessment sementara, ada enam rumah warga yang terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi,” ujarnya.
Dari hasil kaji cepat, satu rumah milik warga bernama Putri di Dusun Laok Bindung mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian mencapai Rp25 juta. Sementara lima rumah lainnya mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian genteng dan asbes yang rusak akibat terjangan angin.
“Untuk kerusakan ringan, taksiran kerugian bervariasi mulai dari Rp500 ribu hingga Rp3,5 juta per rumah. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Tidak ada juga warga yang mengungsi,” jelas Puriyono.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Situbondo telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kepolisian, dan TNI.
Saat ini, BPBD tengah melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Kami sudah melakukan peninjauan, asesmen, dan koordinasi dengan semua pihak terkait. Saat ini kami sedang dalam tahap pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitupasna) dan akan segera menyalurkan bantuan logistik yang diperlukan,” pungkasnya.
BPBD Situbondo juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang dan hujan lebat yang masih berpeluang terjadi di wilayah Situbondo dan sekitarnya. [awi/beq]






