Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 25 cabang olahraga yang tergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Magetan mengirim atlet untuk berkompetisi dalam Porprov VIII Jawa Timur.
Namun, cabor buku tangkis atau badminton sudah dua kali ini tak mengirim atlet untuk berlomba di ajang level propinsi itu. Padahal, ada GOR Bulutangkis di Jalan Bupati Sudibyo Magetan. Alasannya, masih sama dengan tahun 2022 lalu, masih miskin atlet yang sesuai dengan yang disyaratkan pemprov.
Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Magetan Ratno mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih fokus berbenah. Sehingga, belum bisa mengirimkan atlet untuk Porprov yang dihelat tahun ini.
“Ada beberapa kendala. Untuk atlet jenjang SD, SMP kami punya. Namun yang SMA sampai kuliah ini yang belum punya. Sementara untuk Porprov kan di usia-usia itu. Atlet kami yang sudah seusia SMA ini ada yang kendor dan bahkan pindah cabor. Jadi kami masih fokus berbenah dulu,,” kata Ratno, Rabu (6/9/2023).
Ratno membenarkan jika Magetan memang memiliki GOR Bulutangkis. Saat ini, atlet masih mebgikuti latihan rutin di GOR tersebut. Sekaligus, menyiapkan regenerasi agar tahun depan bisa mengirim atlet.
“Banyak yang harus dibenahi. Tahun ini sudah mulai kami gelar latihan rutin. Tujuannya meningkatkan motivasi para atlet agar tidak pindah cabor. Sekaligus, memupuk kemampuan hingga tahun depan bisa ikut Porprov,” katanya.
Terpisah, Ketua KONI Magetan Bambang Trianto mengatakan jika seluruh atlet bulutangkis masih perlu latihan. “Saat ini atletnya masih harus banyak berlatih kalau maju ke tingkat provinsi, mudah-mudahan untuk porprov mendatang sudah siap,” jawabnya.
Sebemumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Magetan menyiapkan bonus ratusan juta bagi atlet yang berprestasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Magetan Bambang Trianto mengatakan, pihaknya menyiapkan total Rp400 juta untuk atlet yang meraih medali. “Kami sudah siapkan Rp400 juta untuk bonus bagi atlet yang mendapatkan medali. Meski saat ini masih belum ditentukan besarannya berapa bagi yang meraih medali emas, perak, maupun perunggu,” kata Bambang.
Pihaknya menargetkan mendapatkan tujuh medali emas. Tahun lalu, Kontingen Magetan hanya mendapatkan empat emas saja.
“Cabor yang diunggulkan itu aeromodelling, gulat, biliard, MMA, dan paralayang. Kami harapkan cabor ini yang bisa mendapatkan prestasi. Meski tak menutup kemungkinan cabor lain juga bisa menang,” kata mantan Sekretaris Daerah Magetan itu.
Selain lima cabor tersebut, ada puluhan cabor lain yang turut berangkat, diantaranya sepak bola, atletik, bola basket, bola voli indoor, drumband, futsal, renang, anggar, catur, balap sepeda road race MTB BMX, e-sport, sepak takraw, muaythai, jujitsu, kurash, karate, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, pencak silat.
“Total 300 orang yang kami berangkatkan 76 official dan manager. Sisanya para atlet. Kami mengharap semua atlet termotivasi dan bisa meraih prestasi,” katanya. Mereka diverangkatkan oleh Bupati Magetan Suprawoto di Pendapa Surya Graha pada Rabu (5/9/2023). [fiq/kun]
BACA JUGA: Pemkab Magetan Siapkan Bonus Rp 400 Juta untuk Atlet Berprestasi di Proprov Jatim






