Surabaya (beritajatim.com) – Sepertinya, sebagian besar masyarakat memiliki sosial media. Sosial media digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari bekerja, mencari hiburan, menenangkan diri, dan sebagainya.
Di era pandemi saat ini, semua kegiatan masyarakat yang biasanya dilakukan secara offline di paksa untuk jadi online. Akhirnya, didorong dengan kemajuan teknologi yang dapat mengkoneksikan masyarakat yang jauh dapat merasa lebih dekat karena adanya media sosial dan adanya kondisi seperti ini menyebabkan adanya sebagian masyarakat yang kecanduan media sosial. Kecanduan media sosial dapat menyebabkan awal masalah-masalah emosional. Contohnya stress, depresi, merasakan cemas.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sosial-media, facebook, instagram”]
Kecanduan media sosial ini mengakibatkan berubahnya kualitas dari diri seseorang. Karena, waktu yang biasanya digunakan untuk kegiatan yang produktif beralih untuk berselancar di sosial media.
Hal ini mendorong masyarakat untuk melakukan sosial media detox agar dapat memperbaiki kebiasaan. Jadi, kalau kamu mempunyai tanda-tanda ini, berarti kamu harus mempertimbangkan detox sosial media menjadi pilihan awalmu, apa aja sih? Yuk baca dulu!
Nempel sama HP
Kamu akan melakukan kebiasaan membuka hp meskipun kamu mempunyai kegiatan prioritas yang akhirnya kamu kesampingkan karena hanya ingin scroll up media sosial. Contohnya kamu punya prioritas mengerjakan skripsi, lalu kamu memilih menunda pekerjaan itu demi membuka sosial media.
Mengapresiasi tapi tidak berkreasi
Kamu sering mengapresiasi apa yang terjadi di media sosial. Sebagai contoh temanmu sedang berhasil lolos dalam beasiswa pertukaran pelajar keluar negeri, kamu mengapresiasi temanmu namun kamu tidak terpacu, tidak mulai berkreasi, dan tidak mulai bergerak.
Merasa insecure
Kamu bisa insecure karena merasa bahwa kamu tidak bisa mengikuti trend yang terjadi. Lalu, ketika melihat kehidupan orang lain, kamu merasa berada di bawah mereka. Pada akhirnya kamu berusaha untuk membandingkan kehidupan kamu dengan kehidupan mereka.
Nah, apakah kamu merasakan tanda tanda di atas? Maka, jika kamu merasakan itu tandanya kamu harus mencoba detox sosial media. [rad/bjo]






