Mojokerto (beritajatim.com) – Suasana meriah terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto saat puncak Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) turut berpartisipasi dalam lomba menyanyi dan yel-yel antar blok.
Para peserta dari berbagai blok bersiap menampilkan bakat terbaik mereka di atas panggung sederhana yang disiapkan di tengah lapangan. Dengan percaya diri, mereka membawakan lagu-lagu pilihan penuh penghayatan, ada yang membawakan lagu perjuangan, lagu pop, hingga tembang kenangan yang membuat penonton terbawa suasana.
Sorak-sorai dukungan dari rekan-rekan sesama WBP menggema di lapangan blok napi, membuat suasana semakin hidup. Setiap penampilan disambut dengan tepuk tangan meriah, bahkan sesekali penonton ikut bernyanyi bersama. Tercatat ada lima grup yang tampil dalam lomba menyanyi. Mereka dinilai dari kekompakan, daya tarik, keselarasan, hingga kreativitas.
Salah satunya, kardus yang diubah menyerupai kepala banteng dengan tambahan dua sarung sebagai badan, dimainkan oleh dua orang sekaligus. Tak hanya menghibur sesama warga binaan, penampilan peserta juga memikat perhatian dewan juri yang terdiri dari dua anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto serta perwakilan pihak Lapas.
Persaingan antarblok berlangsung sengit, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Sorak dukungan dari warga binaan lainnya menambah kemeriahan acara. Setiap blok memberikan semangat penuh kepada rekannya yang tampil, menciptakan suasana kebersamaan yang begitu kuat.
Penampilan para peserta tidak hanya menghibur, tetapi juga memancarkan pesan moral tentang persatuan dan kebersamaan. Selain mengapresiasi kreativitas, lomba ini juga menjadi ajang perebutan hadiah berupa uang tunai. Sehingga tak jarang mereka memberikan penampilan terbaik mereka meski di tengah keterbatasan.
Salah satu peserta lomba yel-yel, Amirul mengaku senang bisa turut serta. Ia bersama timnya menampilkan sosok Punakawan dan Semar yang diperankannya. “Sangat senang sekali, kita tidak mau kalah sama yang di kampung sana. Tadi kita tampilkan sosok Semar dalam punakawan,” ungkapnya, Selasa (19/8/2025).
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan menegaskan bahwa lomba ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bentuk pembinaan karakter yang positif. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat mempererat solidaritas, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun disiplin warga binaan.
“Ini sejalan dengan komitmen Lapas Mojokerto dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan bermakna. Kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, namun juga bagian dari pembinaan mental, kepercayaan diri, serta mempererat kebersamaan di dalam Lapas,” katanya.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme tidak pernah padam meski berada di balik jeruji besi. Warga binaan tetap menunjukkan rasa cinta tanah air dengan cara yang kreatif dan penuh semangat. Momentum ini diharapkan dapat menjadi motivasi dalam menjalani pembinaan sehari-hari.
Sekedar diketahui, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tahun 2025, Lapas Kelas IIB Mojokerto menggelar pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) sejak tanggal 8 Agustus 2025 lalu. Berbagai perlombaan digelar, mulai dari tarik tambang, balap karung, lomba menyanyi, futsal, hingga lomba unik seperti menangkap ayam. [tin/but]


![Penampilan WBP Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam puncak Porseni dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2025/08/5-34.jpg)





