Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 50 ulama di Jawa Timur telah bertemu dengan Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau Habib Luthfi bin Yahya. Mereka semua menyatakan mendukung pasangan Prabowo-Gibran.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim, Muhammad Fawait mengatakan, deklarasi puluhan ulama di Jatim itu memberikan semangat untuk menang satu putaran.
“Alhamdulillah semakin hari semakin banyak yang mendeklarasikan diri dan memberikan dukungan kepada Pak Prabowo. Jadi penyemangat, mudah-mudahan lilpres bisa satu putaran,” kata Gus Fawait, Sabtu (30/12/2023).
Menurut Gus Fawait, jika Prabowo-Gibran menang satu putaran, maka bisa menghemat anggaran pemilu. Sebab itu dukungan para ulama yang pondoknya memiliki ratusan hingga ribuan santri di Jatim ini sangat signifikan sebagai kunci kemenangan di tingkat nasional.
“Dukungan para kiai dan ulama pada pasangan nomor 02 ini memang berdasar beberapa faktor,” tutur Gus Fawait yang juga Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini.
Pertama, pasangan nomor urut 02 ini bakal melanjutkan kebijakan Presiden Jokowi. Ini tidak lepas dari keberhasilan Presiden Jokowi memimpin Indonesia selama dua periode.
“Dilihat dari segi apapun di Indonesia, mengalami kemajuan yang pesat termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur kerukunan beragama dan lain sebagainya,” ungkap Gus Fawait.

Kedua, faktor kedekatan Prabowo Subianto dengan para ulama yang sudah terjalin sejak lama sebelum Pemilu 2024.
“Semenjak beliau masih aktif jadi menteri sudah sering sowan dulu kepada para ulama para kiai di Jawa Timur,” tegas Gus Fawait yang juga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri IV Jember.
Selain itu, lanjut dia, ada juga faktor sosok Gibran Rakabuming Raka yang memiliki adab sangat santun. Seperti karakter orang-orang yang tinggal di pesantren, bahwa ilmu yang paling utama itu akhlak.
“Kita lihat Mas Gibran anak muda teduh. Mempunyai akhlak yang baik, selalu salaman dengan siapapun termasuk yang lebih tua. Bahkan, dengan kompetitor di pilpres ini, beliau masih mencium tangan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 50 ulama pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur melakukan kegiatan bersama Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (Habib Luthfi) di Waru, Sidoarjo, Kamis (28/12/2023) malam.
Ada 7 poin penting yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut untuk kemaslahatan bangsa dan negara termasuk keberlangsungan pondok pesantren.
Acara dengan tema Nderek Dawuh ini diprakarsai oleh Gus Ahmad Hasby Munif, sebagai bentuk jalinan silaturahmi antar ulama yang ada dalam barisan pendukung Prabowo-Gibran.
“Dalam Piagam Madinah, Kanjeng Nabi Muhammad memberikan hak kepada berbagai golongan dalam rangka persatuan dan kesatuan. Rasulullah sudah mendahului bukan masalah ideologi atau kebenaran. Tapi untuk quwwatil wathoniyah (kekuatan bangsa) sangat luar biasa. Nah, ini yang harus dicontoh seperti konsep Wali Songo masuk tanah Jawa itu tidak tiba-tiba,” tegas Habib Luthfi. (tok/ted)






