Surabaya (beritajatim.com) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda wilayah Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi berdampak langsung pada kegiatan belajar mengajar (KBM), khususnya di jenjang SMA dan SMK. Puluhan SPBU di Jember mengalami keterlambatan pasokan akibat perbaikan jalan nasional di kawasan Gumitir, yang menjadi jalur vital distribusi BBM.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memastikan bahwa pembelajaran tetap berjalan, meskipun ada kendala transportasi yang dialami siswa. “Per hari Selasa (29/7), siswa di wilayah Jember utamanya mengikuti pembelajaran secara daring,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Dindik Jatim mencatat setidaknya ada 50 satuan pendidikan SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, yang terdampak langsung oleh kelangkaan BBM. Namun, Aries menekankan bahwa KBM tidak boleh terhenti dan pihaknya telah menyiapkan dua skema pembelajaran untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.
“Pembelajaran kita maksimalkan. Untuk siswa yang rumahnya jauh dari sekolah, sementara mengikuti pembelajaran daring. Tapi yang rumahnya dekat tetap masuk, bisa berjalan kaki atau naik sepeda,” jelas Aries.
Ia menambahkan, kondisi di wilayah lain seperti Lumajang tidak terdampak, sementara di Bondowoso hanya ada kurang dari 10 siswa yang mengalami kendala transportasi akibat kelangkaan BBM. “Mereka berdomisili di dalam kota. Namun sore ini kondisi BBM sudah stabil longgar,” katanya.
Di tingkat SD dan SMP, Pemerintah Kabupaten Jember sebelumnya telah menerbitkan surat edaran (SE) yang mengimbau sekolah untuk melaksanakan pembelajaran daring sebagai respon cepat terhadap situasi ini.
Kelangkaan BBM di Jember dipicu oleh penutupan jalur Jember-Banyuwangi di kawasan Gumitir, yang berada di perbatasan kedua kabupaten. Jalur pegunungan tersebut ditutup sejak 24 Juli hingga 24 September 2025 untuk keperluan perbaikan jalan nasional.
Sementara jalur alternatif melalui utara Situbondo juga sempat terhambat kemacetan, terutama di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Aries berharap situasi ini segera tertangani agar tidak berdampak lebih luas. “Kami berharap antrean panjang BBM di wilayah Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi bisa segera teratasi,” tutupnya. [ipl/aje]






