Lamongan (beritajatim.com) – Puluhan rumah warga di Kabupaten Lamongan terendam banjir akibat luapan air Bengawan Solo yang terus meningkat setelah hujan deras beberapa hari terakhir. Hingga Rabu pagi (18/12/2024), beberapa desa di Kecamatan Babat dan Laren mengalami genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 25 cm, mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, salah satu desa yang terparah terdampak adalah Desa Plangwot di Kecamatan Laren, dengan 57 rumah terendam. Desa lainnya yang mengalami hal serupa adalah Desa Laren, Desa Siser, Desa Pesanggrahan, dan Desa Keduyung. Di Desa Laren, sekitar 35 rumah tergenang dengan ketinggian air mencapai 10-15 cm.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Joko Raharto, mengungkapkan bahwa selain merendam rumah, luapan Bengawan Solo juga menggenangi beberapa ruas jalan desa dengan kedalaman air antara 20 hingga 25 cm. Sebagian besar wilayah yang terdampak adalah daerah sekitar bantaran sungai yang menjadi lokasi pemukiman warga.
“BPBD Lamongan sudah mengirimkan bantuan logistik berupa karung, glangsing, dan terpal untuk penanganan darurat. Kami juga sudah mendirikan dua posko darurat di Kecamatan Babat dan Kecamatan Laren,” kata Joko.
Meski saat ini belum ada pengungsian besar-besaran, BPBD Lamongan tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena ketinggian muka air Bengawan Solo saat ini berada pada level siaga merah. Pihaknya terus melakukan pemantauan intensif untuk mengurangi dampak yang lebih besar.
Warga di sekitar bantaran Bengawan Solo diminta untuk selalu waspada terhadap potensi kenaikan air yang dapat menyebabkan banjir lebih parah dalam beberapa hari mendatang. BPBD Lamongan bersama jajaran terkait terus berupaya untuk memberikan bantuan dan penanganan terbaik bagi masyarakat yang terdampak. [fak/beq]






