Gresik (beritajatim.com) – Imbas minimnya akses kesehatan utamanya dokter mata di Pulau Bawean Gresik, menyebabkan pulau tersebut masuk kategori darurat penyakit katarak. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Eyelink Foundation pada November 2022, ditemukan 296 orang menderita katarak, 90 orang penderita pterygium, dan 135 penderita kelainan refraksi. Ironisnya lagi, ada satu keluarga mengalami katarak.
Menurut tim dokter Eyelink Foundation dr. Fitri Romadhiana Sp.M(K). Mereka yang terkena katarak sudah mendapatkan operasi sejak 6 hingga 11 Februari 2023. Dirinya menuturkan, saat pelaksanaan operasi ditemukan satu keluarga yang mengalami katarak. Bahkan, dua orang anak dari keluarga tersebut mengalami katarak karena faktor keturunan (Katarak Kongenital).
“Umurnya masih 13 tahun sehingga dia menjadi pasien termuda. Sedangkan adiknya yang berumur 5 tahun tidak bisa kami tangani karena memerlukan prosedur bius total yang hanya bisa dilakukan di rumah sakit,” ujarnya, Senin (13/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”bawean”]
Sementara itu, Bakar (43) warga Kecamatan Tambak Bawean yang memiliki anak bernama Nurin (13) menceritakan anaknya mengalami katarak secara karena faktor genetik, atau keturunan. Untuk memutus rantai ini diperlukan upaya pengobatan dan deteksi dini. Namun, lokasi Pulau Bawean yang sulit dijangkau menyebabkan akses kesehatan setempat minim. “Sebenarnya istri juga mengalami gangguan penglihatan katarak namun takut untuk operasi, Alhamdulillah akhirnya mau di operasi setelah kami melakukan operasi katarak,” ujar Bakar.
Founder Eyelink Foundation dr Uyik Unari, SP.M (K) mengatakan, banyaknya warga Pulau Bawean yang menghidap katarak membuat pihaknya melakukan baksos kesehatan mata. “Kami memberikan kesempatan bagi para penderita pterigium dan kelainan refraksi untuk sembuh dari keluhannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pasca operasi tajam penglihatan atau visus dari warga Pulau Bawean sangat bagus. Mereka yang sebelumnya tidak bisa melihat sekarang bisa beraktivitas sendiri tanpa bantuan dari orang lain. “Masyarakat Bawean menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap hadirnya program operasi katarak. Cuaca buruk dan perbedaan bahasa tidak menghalangi semangat kami untuk memberikan pelayanan kesehatan mata,” imbuhnya.
Sekretaris Kecamatan Tambak Sipadi mengatakan, adanya operasi katarak ini sangat dirasakan seluruh warga Tambak, khususnya yang menderita gangguan penglihatan. “Semoga program ini dapat terus berlanjut mengingat sulitnya akses masyarakat Bawean untuk dapat berobat ke daratan Gresik,” pungkasnya. [dny/kun]






