Mojokerto (beritajatim.com) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Mojokerto, Kamis (16/6/222). Puan meresmikan Green Technology dan Inovasi EMESPE (Megawati Sejahterakan Petani) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
“Saya sangat apresiasi kawasan green technology EMESPE yang kolaborasi dengan Taman Kehati TPA Karangdiyeng. Tempat agrokultur edukasi yang bersebelahan dengan TPA Karangdiyeng ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. EMESPE memiliki tempat pengolahan sampah organik dan anorganik, mengembangkan pertanian komoditas unggulan dan bernilai ekonomis tinggi,” ungkap Puan Maharani.
Menurutnya, EMESPE bermanfaat untuk menyejahterakan, menyelamatkan lingkungan dan tempat tinggal rakyat. Diperlukan komitmen kuat pemda dan forkopimda untuk melestarikan lingkungan. EMESPEdalah tempat agrokultur edukasi yang menyediakan fasilitas pelatihan pertanian secara holistik dan komprehensif.
Dalam kesempatan tersebut, Puan menyerahkan bantuan anggaran Rp50 juta untuk pembangunan sarpras bagi pemulung. Seperti, untuk pembangunan musala, MCK, tempat istirahat, dan sepatu boot. Juga, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsistan) berupa traktor tangan 10 unit, pompa air 10 unit, dan traktor roda empat satu unit.
Puan juga meninjau kolam budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok. Budidaya ikan lele dan nila ini digarap oleh Masyarakat Sejahtera Petani (MSP). Budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok sendiri memiliki perbedaan, terutama pada menu makan ikan. Yakni, 80 persen diberi makan magot dan yang 20 persen adalah pelet.
[berita-terkait number=”4″ tag=”puan-maharani”]
Politisi Partai Persatuan Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini meninjau budidaya magot dari lalat BSF (Black Soldier Fly) atau lalat tentara hitam. Puan juga meninjau produksi pupuk organik berbasis cair atau lindi yang juga dilakukan oleh MSP serta meninjau rumah pengolahan sampah plastik yang ada di komplek TPA Karangdieng.
Puan juga mendapat kesempatan untuk menanam bibit pohon kelapa Genjah Pandan Wangi yang dapat berbuah pada umur 2,5 tahun Pandan Wangi. Dalam kesempatan tersebut, Puan juga berdialog dengan masyarakat sekitar TPA Karangdieng dan masyarakat yang tergabung dalam MSP. [tin/but]







