Jakarta (beritajatim.com) – Dalam suasana penuh kehangatan, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menghadiri acara buka bersama (bukber) yang diadakan oleh Partai NasDem.
Kehadirannya di acara tersebut menjadi istimewa, terutama karena ia satu meja dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Di meja yang sama, turut hadir Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim serta Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno.
Momen ini memunculkan berbagai spekulasi politik, mengingat dinamika hubungan antara PDI Perjuangan, Jokowi, dan NasDem dalam beberapa waktu terakhir sempat renggang terkait pemilu dan penangkan Hasto Kristiyanto.
Puan mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui kehadiran Jokowi di acara tersebut saat tiba di lokasi. Namun, ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Jokowi tetap akrab dan tidak ada ketegangan.
“Saya baru tahu Pak Jokowi datang. Saya ke sini karena diundang oleh Pak Surya Paloh untuk bukber di kantor NasDem. Hangat dong (dengan Jokowi), orang nggak ada apa-apa. Hangat, hangat,” ujar Puan dengan senyum mengembang.
Dalam perbincangan santai itu, Jokowi dan Surya Paloh menanyakan perkembangan terbaru mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI yang baru saja disahkan menjadi Undang-Undang. Puan pun menjelaskan poin-poin utama yang mengalami revisi.
“Sebagai Ketua DPR, saya menjelaskan bahwa ada tiga pasal yang direvisi, yaitu Pasal 7, Pasal 47, dan Pasal 53. Hanya tiga pasal itu yang mengalami perubahan,” tuturnya.
Menanggapi penjelasan Puan, Jokowi dan Surya Paloh pun memberikan respons positif. “Beliau berdua bilang, ‘Oh hanya tiga itu saja, jadi tidak ada masalah. Semua revisi itu fair, yang lain tidak bermasalah?’ Saya jawab, tidak,” lanjut Puan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perubahan dalam UU TNI tersebut hanya mencakup aspek-aspek yang memang perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Jokowi dan Surya Paloh pun menyarankan agar pemerintah segera melakukan sosialisasi agar publik memahami isi revisi tersebut dengan jelas.
“Pak Jokowi dan Pak Surya Paloh bilang, ‘Kalau memang hanya seperti itu, sebaiknya segera disosialisasikan agar masyarakat tidak salah paham.’ Itu saja,” ungkap Puan.
Pertemuan dalam suasana buka puasa itu mencerminkan komunikasi politik yang tetap terjalin di antara para tokoh, meskipun ada dinamika di panggung politik nasional.
Bukber NasDem kali ini tak sekadar ajang berbagi hidangan berbuka, tetapi juga momen diskusi strategis yang dapat mempengaruhi lanskap politik ke depan. (ted)






