Sidoarjo (beritajatim.com) – PT Sekar Laut melakukan pelepasan ekspor kerupuk Finna dan Sambal Uleg tujuan Eropa dan Amerika Serikat oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dr. Budi Santoso, M.Si, Selasa (3/12/2024).
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dr. Budi Santoso mengatakan ini wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha dalam membawa produk Indonesia ke panggung dunia.
Untuk produk di Indonesia Kementerian Perdagangan mendukung mulai dari promosi dagang, pembukaan akses pasar, hingga fasilitasi ekspor. “Kerja sama ini menjadi salah satu kunci keberhasilan kami dalam memperluas jangkauan produk Indonesia ke pasar global,” katanya.
PT Sekar Laut adalah cerita tentang semangat, kerja keras, dan dedikasi. PT Sekar Laut sebagai home industry sederhana, hingga pada tahun 1976 resmi berdiri sebagai PT Sekar Laut. Tahun 1978 menjadi tonggak penting dalam sejarah karena menjadi pelopor ekspor kerupuk ke Belanda.
“Produk kami awal yang membawa kerupuk dikenal sebagai salah satu camilan khas Indonesia di pasar global,” ucap Welly Gunawan adalah Presiden Direktur PT Sekar Laut Tbk.
Dia menambahkan kerupuk Finna yang dulu dianggap sederhana, kini telah menjadi ikon snack Indonesia, seperti nachos dari Meksiko, potato chips dari Amerika, atau roti paratha dari India.
“Selain kerupuk, kami juga menghadirkan produk unggulan lain salah satunya uleg sambal terasi. Sambal ini adalah simbol kekayaan rasa dan budaya kuliner Indonesia, sejajar dengan Tabasco dari Amerika, Gochujang dari Korea, atau Peri-Peri dari Afrika,” urainya.
Welly menjelaskan, selama lebih dari 48 tahun perjalanan, PT Sekar Laut Tbk telah mengekspor produk-produk khas Indonesia ke lebih dari 35 negara di berbagai benua. Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari nilai-nilai yang diajarkan oleh pendiri, yakni untuk selalu mengutamakan etos kerja dan integritas.
“Nilai-nilai inilah yang menjadi pedoman kami dalam setiap langkah, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional,” imbuhnya.
Dalam proses produksi, PT Sekar Laut tbk mengusung sistem padat karya dan emansipasi wanita, sebagai bentuk kontribusi kami dalam upaya mendukung pembangunan sosial dan ekonomi.
Bahan baku krupuk yang digunakan, seperti tepung tapioka, udang, dan cabai, yang didapatkan dari 20 ribu orang petani dan nelayan di Indonesia. Dengan cara ini, PT Sekar Laut turut mendukung mata pencaharian masyarakat di sekitar guna memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga membawa manfaat bagi banyak orang.
Welly juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan ini, mulai dari petani dan nelayan, karyawan kami, hingga mitra usaha. Kesuksesan ini adalah hasil kerja keras bersama. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah untuk mencapai masa depan yang lebih cerah bagi Indonesia. (isa/but)







