Malang (beritajatim.com) – Kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi kembali diperkuat. Universitas Brawijaya (UB) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Matahari Sakti (MS), perusahaan nasional yang bergerak di bidang produksi pakan aquafeed dan petfood.
Penandatanganan ini disertai dengan penyerahan donasi dana abadi senilai Rp50 juta dari PT MS kepada UB, Kamis (26/6/2025). Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas berbagai tantangan besar yang sedang dihadapi industri akuakultur nasional, terutama sektor budidaya udang dan ikan.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Matahari Sakti, Puspitadewi Prijadi, menekankan pentingnya sinergi antara dunia industri dan akademik.
“Industri akuakultur kita saat ini menghadapi tantangan serius, terutama penyakit udang yang menurunkan produktivitas. Tahun 2024 Indonesia hanya mampu memproduksi 380 ribu ton, jauh tertinggal dari Vietnam, India, dan Ekuador. Diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi agar kita bisa menghasilkan solusi teknologi, SDM unggul, dan inovasi baru,” ujar Puspitadewi.
Perusahaan yang berdiri sejak 1988 ini telah mengekspor produk ke berbagai negara seperti Filipina, Malaysia, Korea, dan Uganda. Melalui inisiatif MS Academy, PT MS juga tengah menyiapkan program pelatihan teknisi budidaya udang profesional dan membuka peluang magang untuk mahasiswa UB di berbagai unit produksi mereka.
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menyambut hangat kolaborasi ini sebagai langkah konkret kampus berdampak yang berpihak pada solusi riil untuk bangsa.
“Kami bersyukur atas inisiasi kerja sama ini. Teknologi dan inovasi kampus harus berkontribusi langsung ke industri. Dana abadi ini akan kami kelola dengan prinsip investasi berkelanjutan, dan hasilnya akan digunakan untuk beasiswa mahasiswa yang membutuhkan,” jelasnya.
Prof. Widodo juga menyampaikan bahwa target pengumpulan dana abadi UB tahun ini sebesar Rp76-77 miliar, naik dari Rp50 miliar di tahun sebelumnya. Kontribusi dari berbagai pihak termasuk industri dan alumni terus mendorong pertumbuhan dana abadi kampus.
Vice Director PT MS, Ir. Purnomo, menjelaskan bahwa kerjasama formal ini merupakan kelanjutan dari interaksi yang telah lama terjalin secara informal dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB. Ia menilai tantangan industri perikanan tak bisa diselesaikan sendiri oleh sektor swasta.
“Kolaborasi ini adalah kunci untuk membangun SDM unggul dan teknologi tepat guna. Misalnya, kami akan melibatkan dosen UB untuk mengajar di MS Academy dan melakukan riset bersama untuk menyelesaikan masalah di lapangan,” paparnya.
Program magang juga dibuka lebar oleh PT MS. Mahasiswa UB bisa belajar langsung di unit budidaya udang dan ikan milik perusahaan, serta mendapatkan pengalaman industri yang aplikatif.
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB, Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan dan hasil riset.
“Kami siap mendukung melalui pelibatan dosen dalam pelatihan teknisi, pengembangan riset berbasis kebutuhan industri, hingga pengiriman mahasiswa magang. Ini selaras dengan misi kampus berdampak yang harus menjawab tantangan nyata di masyarakat,” katanya.
FPIK UB memiliki 28 guru besar dan ratusan dosen dengan kompetensi beragam yang siap mengawal implementasi kerja sama. Prof Asep menekankan pentingnya agar MoU ini tidak hanya berakhir di atas kertas, tetapi diwujudkan melalui program yang konkret.
Dalam kesempatan yang sama, juga diumumkan pemenang Lomba Nasional Budidaya Lele yang dibacakan oleh Ketua Dewan Juri, Prof. Andi Kurniawan, Ph.D. Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi dan kreativitas di bidang akuakultur serta menggaungkan potensi besar sektor perikanan Indonesia di masa depan.
MoU antara PT Matahari Sakti dan Universitas Brawijaya menjadi bukti bahwa kolaborasi industri dan kampus bisa menjadi fondasi penguatan kemandirian sektor perikanan nasional. Dari riset, pendidikan teknisi, hingga dukungan dana abadi, sinergi ini berpotensi mempercepat peningkatan kualitas SDM dan daya saing produk akuakultur Indonesia di pasar global. (dan/ted)






