Surabaya (beritajatim.com) – PSSI Jawa Timur resmi mengumumkan tidak akan mengirim tim sepak bola untuk berlaga di PON Sumatera-Aceh. Keputusan ini diambil lantaran Asprov PSSI Jatim terkendala biaya.
Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh mengungkapkan, pihaknya menghadapi kendala pendanaan akibat minimnya anggaran yang diberikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim.
Pada PON sebelumnya di Papua, terang Riyadh, gaji tiap pemain sebesar Rp3 juta harus dipenuhi dengan skema patungan antara KONI dengan Asprov PSSI Jatim. Akibatnya, Asprov PSSI Jatim harus menelan kerugian hampir Rp2 miliar berdasarkan kalkulasi.
Sedangkan untuk PON Sumatra-Aceh, KONI Jatim hanya memberi gaji Rp 1 juta per pemain. Anggaran tersebut dinilai sangat kecil.
“Karena kita tidak mampu dengan biaya yang diberikan KONI Jatim Rp1 juta per pemain untuk berprestasi di PON. Yang dulu saja Rp3 juta perbulan itu sudah patungan dan Asprov sudah tekor hampir Rp2 miliar,” ungkap Riyadh, Selasa (12/9/2023).
BACA JUGA:
POSSI Jatim Gelar Kejurda 2023 untuk Cari Bibit Muda Proyeksi PON Sumatera
Riyadh pun menegaskan, PON bukanlah agenda resmi PSSI tetapi KONI Jatim. PSSI Jatim tak mau menanggung malu jika tim sepak bola Jatim nantinya bermain tidak maksimal karena dipaksa mengikuti kualisi PON.
“Kalau dalam seminggu ini tidak ada perhatian ya terpaksa. Kita tidak mau tampil tanpa prestasi, bahkan PON kan bukan agenda resmi PSSI. Kami tidak mau malu membawa nama Jawa Timur tapi dampaknya ke mana-mana, salah satunya tidak lolos pra kualifikasi contohnya,”tegasnya.
Riyadh juga mengakui sangat menyayangkan jika Jatim absen dalam PON. Sebab, banyak bibit muda sepak bola yang keluar sebagai pemain profesional dari tim PON Jatim. Sebut saja Dendy Sulistyawan, Sidik Saimima hingga Dwiki Mardyanto yang merupakan pemain jebolan tim sepak bola PON Jawa Timur.
Sayangnya, kondisi keuangan harus mematahkan semangat atlet muda sepak bola Jatim untuk menempa diri di PON.
BACA JUGA:
KONI Jatim Beri Target Perbasi Raih 2 Emas di PON Aceh – Sumatera Utara
Meski begitu, Riyadh sudah menyiapkan jalan keluar untuk para pemain yang sudah mengikuti seleksi. Mereka akan diarahkan untuk bermain di kompetisi Liga 3 Jatim yang dijadwalkan bergulir akhir tahun ini.
“Memang banyak pemain PON yang berpontensi meskipun Sepak Bola Jawa Timur ini klub amatir tapi kan tidak mudah juga cari pemain untuk gabung menjasi skuad, era sudah berubah dan perlahan mereka tentu akan melirik klub dan kita akan arahkan nanti mereka bermain di Liga 3,” tutupnya.
Seharusnya menurut jadwal, babak kualifikasi sepak bola PON digelar September 2023 ini. Tetapi hingga kini masih belum ada konfirmasi dari KONI Jatim apakah tim sepak bola akan terlibat atau tidak di PON Sumatera-Aceh. [way/beq]






