Surabaya (beritajatim.com) – Banyaknya laporan kecurangan yang diduga dari oknum wasit, membuat banyak pihak untuk menggunakan VAR atau Goal Line Technology di setiap pertandingan liga 1 hingga 3.
Namun hingga saat ini PSSI belum memberikan sinyal jika kompetisi akan menggunakan alat tersebut, namun pihak PSSI menyatakan jika tidak menggunakan dua alat tersebut. Ia memiliki alat pilihan lain untuk melakukan upaya penekanan kecurangan wasit.
Ketua Komite PSSI, Ahmad Riyadh mengatakan alat yang baru dibeli tersebut akan mulai digunakan di pertandingan BRI Liga 1 pekan ke 30, Rabu (9/3/2022). Di pertandingan liga 1 mulai menggunakan empat assisten wasit dan menggunakan alat baru. Alat yang disinyalir bisa mengantisipasi kecurangan ini berbentuk gelang dan tongkat.
“Kita sudah beli alat untuk menekan kecurangan wasit, dan kita akan mulai coba di liga 1 besok tanggal 9 atau 10 menggunakan empat wasit dan menggunakan alat ini. bentuknya gelang dan tongkat tapi saya lupa namanya,”ungkap Riyadh, Selasa (8/3/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”liga-3-jatim”]
Rencananya alat ini akan digunakan secara bergantian, untuk saat ini akan digunakan untuk kompetisi di liga 1 nantinya akan digunakan secara bergilir untuk tim liga 2 dan 3.
“Kita sudah datangkan orang dari AFC untuk melakukan trainning kepada wasit bagaimana menggunkan alat ini. dan besok kalau tidak lusa akan diterapkan untuk liga 1 dulu nanti akan digunakan secara bergantian. Dan sekarang sudah mulai menggunakan alat,”ucap Riyadh.

Lebih lanjut, dengan adanya alat ini upaya federasi untuk menekan kecurangan wasit dan tahun depan saya minta untuk memanggil Direktur wasit dari Korea atau Jepang. Hal ini bukan tanpa alasan, kedatangan direktur wasit ini untuk meredam konflik dan lebih profesional.
“Saya sudah minta jika ada direktur wasit dari korea kalau tidak jepang. supaya nanti bisa mengontrol nilai performa wasit indonesia saat memimpin pertandingan, tugas mereka yang menilai wasit ini layak diturunkan atau tidak,”tutupnya. [way/ted]






