Jakarta (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya berhasil menciptakan sejarah setelah mengalahkan PSM Makassar dengan skor 1-0 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare pada Jumat (7/3/2025) malam. Gol kemenangan Bajul Ijo dipertandingan ini dicetak oleh Francisco Rivera pada menit ke-63.
Meskipun PSM tampil dominan dalam penguasaan bola dengan 67 persen berbanding 33 persen milik Persebaya, statistik menunjukkan bahwa efektivitas menjadi kunci kemenangan tim tamu.
PSM mencatatkan total 16 tembakan sepanjang pertandingan, namun hanya empat di antaranya yang tepat sasaran, dengan akurasi tembakan mencapai 44,44 persen.
Di sisi lain, Persebaya yang hanya melepaskan sepuluh tembakan justru lebih tajam, dengan empat tembakan ke gawang dan akurasi tembakan yang lebih tinggi, yakni 66,67 persen.
Dari sisi penguasaan permainan, PSM memang unggul jauh dengan 337 umpan sukses dibandingkan 165 milik Persebaya. Tapi Bajul Ijo menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis dan disiplin dalam bertahan.
Hal ini tercermin dari jumlah tekel sukses PSM yang mencapai 17, sementara Persebaya hanya sepuluh, menandakan tekanan besar yang diberikan Juku Eja sepanjang laga. Meski begitu, PSM kerap kesulitan menembus lini belakang Persebaya yang tampil solid.
Tendangan sudut juga menjadi salah satu indikator dominasi PSM di laga ini, dengan tujuh peluang dibandingkan empat milik Persebaya. Sayangnya, peluang-peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, Persebaya tampak lebih berhati-hati dalam membangun serangan, meski tercatat melakukan 16 pelanggaran—jauh lebih banyak dibandingkan tujuh pelanggaran PSM—yang berujung pada tiga kartu kuning untuk tim tamu, sementara PSM hanya mendapat satu kartu kuning.
Pelanggaran dan offside juga mewarnai pertandingan ini. PSM hanya sekali terjebak offside, sementara Persebaya dua kali, menunjukkan pendekatan berbeda dalam strategi menyerang kedua tim.
PSM cenderung bermain sabar dengan build-up dari belakang, sedangkan Persebaya lebih mengandalkan serangan cepat yang beberapa kali terhenti akibat jebakan offside.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa penguasaan bola bukan jaminan kemenangan. Persebaya, meski kalah dalam statistik penguasaan dan jumlah umpan, berhasil memanfaatkan peluang secara efektif dan mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.
Bagi PSM, kekalahan ini menjadi pukulan telak, terutama karena mereka gagal memanfaatkan dominasi di kandang sendiri. (faw/ted)






