Blitar (beritajatim.com) – Kontingen Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Blitar – Pusat Madiun sukses mengukir prestasi gemilang dengan membawa pulang total 15 medali dalam ajang Kejurprov Pencak Silat SH Terate Cup IV Jawa Timur 2026. Keberhasilan ini diraih setelah para pendekar Kota Blitar tampil impresif dalam kompetisi yang berlangsung di Padepokan PSHT Cabang Lamongan pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026.
Ajang bergengsi tingkat regional ini diikuti oleh sedikitnya 492 atlet yang mewakili 34 kota serta kabupaten dari seluruh penjuru Jawa Timur. Dominasi Kota Blitar terlihat sangat mencolok terutama pada kategori remaja yang menjadi tulang punggung perolehan medali tim.
Kategori remaja sukses menyumbangkan medali terbanyak dengan torehan 5 emas, 3 perak, dan 4 perunggu bagi kontingen. Kekuatan mental serta keunggulan teknik atlet muda ini terbukti sulit dibendung oleh lawan-lawan tangguh dari daerah lain.
Selain kelas remaja, kategori dewasa turut memperkuat perolehan tim dengan tambahan 2 perak dan 1 perunggu. Capaian total 15 medali ini menegaskan bahwa pembinaan atlet PSHT Kota Blitar berada pada jalur yang sangat kompetitif di level Jawa Timur.
Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kota Blitar, Miskan H. Prasetyo, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang yang tidak instan. Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet, pelatih, hingga keluarga yang terus memberikan dukungan penuh selama masa persiapan.
“keberhasilan ini merupakan buah dari proses latihan berkelanjutan serta sinergi atlet, pelatih, dan keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kota Blitar. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengharumkan nama daerah dan organisasi, keluarga di masa – masa yang mendatang,” ungkap Miskan pada Kamis (5/2/2026).
Miskan menegaskan bahwa setiap atlet harus mampu menjaga disiplin diri dan terus meningkatkan kualitas latihan mereka secara konsisten. Keberhasilan di level provinsi ini dipandang sebagai anak tangga awal untuk menuju kompetisi yang jauh lebih tinggi di masa depan.
“Prestasi ini adalah motivasi untuk terus mengharumkan nama daerah, organisasi, and keluarga. Namun, yang paling penting adalah tetap rendah hati. Saya minta semua atlet tidak boleh sombong atas keberhasilan ini,” tegasnya.
Manajemen PSHT Kota Blitar berkomitmen untuk terus menjaga ritme latihan agar konsistensi prestasi para pendekar tetap terjaga dengan baik. Pembinaan berkelanjutan menjadi kunci utama agar bibit-bibit muda ini tidak kehilangan arah setelah meraih kemenangan di tingkat regional.
Prestasi ini juga menjadi catatan penting bagi KONI Kota Blitar mengenai efektivitas pola pembinaan atlet usia dini di internal organisasi tersebut. Keberhasilan memborong 15 medali membuktikan bahwa sinergi antar elemen di PSHT Kota Blitar telah berjalan sangat harmonis. [owi/beq]






