Lamongan (beritajatim.com) – Partai politik (parpol) yang unggul dan paling banyak dipilih di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik jelang Pemilu 2024 adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di urutan kedua, diduduki oleh Partai Golongan Karya (Golkar).
Hal itu seperti yang diungkapkan Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDK) Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (UNISDA) bekerjasama dengan Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) UM Surabaya, saat merilis hasil surveinya, Kamis (28/12/2023).
Dr. Thoat Stiawan, Peneliti Utama PUSAD UM Surabaya mengatakan bahwa PKB menjadi partai yang paling banyak dipilih oleh masyarakat Lamongan dan Gresik dengan angka 18,24 persen, sedangkan Partai Golkar yang berada di urutan kedua memperoleh 13,1 persen.
Pada urutan ketiga diduduki oleh Partai Gerindra dengan angka 10,97 persen, lalu Partai PDI Perjuangan 10,9 persen, PAN 7,5 persen, serta Partai Nasdem 5,4 persen.
“Periode survei ini dilakukan mulai tanggal 11 sampai dengan 25 Desember 2023. Populasi penelitian adalah para pemilih dari 27 kecamatan se-Lamongan dan 18 kecamatan se-Gresik, yang diambil secara random di desa dan dibagi secara proporsional. Jumlahnya 1.165 responden,” kata Thoat.
Atas hasil itu, tutur Thoat, diprediksi PKB dan Golkar akan mengalami peningkatan suara saat pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang. Sedangkan, partai yang diprediksi mengalami penurunan suara di Dapil Lamongan-Gresik adalah Partai Demokrat dan PPP.
“Dua partai menengah dan atas yang diprediksi mengalami penurunan suara di Dapil 10 adalah Partai Demokrat dan PPP. Dalam survei, Partai Demokrat di angka 5,3 persen dan PPP di angka 3,4 persen,” tambahnya.
Lebih lanjut, Thoat juga mengungkapkan terkait presentase hasil elektabilitas Caleg DPR R1 di Dapil Lamongan-Gresik, yakni Dr. H. Jazilul Fawaid 8,9 persen, Khilmi (7,7) persen, H. Nasyirul Falah Amru 7,4 persen, Ahmad Labib 6 persen, Prof. Zainuddin Maliki 5,2 persen.
Disusul Dyah Roro Esti W,P 5 persen, H. Suhandoyo 3,5 persen dan Debby Kurniawan 2,9 persen. Belum menyatakan sikap 18,9, lain-lain 12,2 persen.
Tak hanya itu, Thoat juga melakukan survei untuk Elektabilitas Calon DPRD Jatim pada Pemilu 2024, di antaranya Belum menentukan pilihan 15,3 persen, H Makin Abbas 14,8 persen, lain-lain 13,7 persen, Husnul Aqib 8,9 persen, Andy Firasadi 7,7 persen, Kodrat Sunyoto 7,5 persen, H Samwil 5,7 persen, dan Munawaroh 5,0 persen.
“Nama-nama Caleg incumbent di DPRD Provinsi Jatim masih didominasi nama-nama lama, tetapi untuk caleg DPR-RI muncul nama-nama baru yang mencuri perhatian, yakni Ahmad Labib, Ufiq Zuroida, Lukman Hakim, HJ. Erna Mastiningrum,” bebernya.
Meski begitu, Thoat menyampaikan, responden yang belum menentukan pilihan atau masih mengambang dalam survei ini masih cukup tinggi.
“Swing voters masih relatif sangat tinggi, hal tersebut disebabkan beberapa alasan, diantaranya; waktu pencoblosan yang masih lama, menunggu program terbaik yang ditawarkan dan menunggu fatwa ulama dan tokoh masyarakat,” pungkasnya. [riq/ian]






