Mojokerto (beritajatim.com) – Mojokerto Putra (PSMP) harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persikabo Batu pada babak 8 besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion R Soedarsono, Kabupaten Pasuruan tersebut berjalan ketat dengan kedua tim saling melancarkan serangan.
Pelatih PSMP, Denny Rumba mengaku tetap bersyukur dengan hasil imbang yang diraih timnya. Menurutnya, hasil tersebut cukup positif mengingat sejumlah pemain inti Laskar Majapahit (julukan, red) tidak dapat diturunkan akibat akumulasi kartu dan cedera.
“Kita dapat poin satu. Saya bersyukur dengan hasil imbang ini karena banyak pemain inti yang kena akumulasi kartu dan cedera, sehingga yang diturunkan tadi pemain lapis kedua. Pertandingan juga berjalan terbuka dengan jual beli serangan. Di babak 8 besar ini memang semua tim sama-sama kuat,” ungkapnya, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, timnya masih harus melakukan evaluasi menjelang laga selanjutnya. Pada pertandingan berikutnya, PSMP dijadwalkan menghadapi Persinga Ngawi pada Kamis (5/2/2026) mendatang. Namun, PSMP dipastikan belum bisa menurunkan dua pemainnya akibat sanksi dan kartu merah.
“Ada dua pemain yang belum bisa dimainkan. Satu mendapat sanksi tiga pertandingan, satu lagi kemungkinan juga tidak bisa bermain karena kemarin mendapat kartu merah. Iya berangkat tadi, juga berpengaruh karena di perjalanan kita 1,5 jam tapi ini sudah menjadi hal biasa bagi timnya. Untuk kondisi lapangan cukup bagus,” katanya.
Sementara itu, pada pertandingan lain di grup yang sama, tuan rumah Pasuruan United harus menelan kekalahan 0-1 dari Persinga Ngawi dalam laga yang digelar pukul 13.00 WIB. Dengan hasil tersebut, PSMP menargetkan kemenangan pada dua laga tersisa untuk memastikan peluang lolos ke babak selanjutnya tetap terbuka.
“Target dua pertandingan berikutnya harus menang. Kita sudah berada di babak 8 besar, jadi harus menang dan bisa lolos,” tegas mantan pemain PSIS Semarang ini. [tin/suf]






