Ngawi (beritajatim.com)— Pembangunan proyek Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Ngudal, Desa Karangtengah Prandon, Kabupaten Ngawi, terus berjalan. Hingga memasuki minggu ke-10 pelaksanaan, capaian pekerjaan tercatat telah melampaui target yang ditetapkan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi, menyampaikan progres fisik proyek tersebut telah mencapai 6,215 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan target mingguan yang ditetapkan sebesar 5,868 persen.
“Pada minggu ke-10 ini progres pekerjaan mencapai 6,215 persen, sementara rencana awal 5,868 persen. Artinya terdapat deviasi positif sebesar 0,348 persen,” ujar Bonadi.
Ia menjelaskan sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi galian footplate, pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran footplate, pekerjaan sloof, pengecoran plat lantai, pekerjaan cutting and fill, serta pembangunan dinding penahan tanah menggunakan pasangan batu.
Nantinya, kompleks Sekolah Rakyat tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang. Selain ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, juga akan dibangun asrama siswa putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, ruang makan, lapangan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Bonadi menambahkan, pembangunan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga dapat segera dimanfaatkan.
“Harapannya pembangunan bisa selesai sebelum ajaran baru,” katanya.
Sebagai informasi, proyek Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 2 mencakup pembangunan di empat daerah, yakni Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Pacitan. Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp911,4 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
Pengerjaan proyek dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender. [fiq/aje]






