Pasuruan (beritajatim.com) – Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan proyek Sekolah Rakyat di kawasan Ron guna meninjau progres fisik di lapangan. Pihaknya mengaku kecewa setelah mendapati pengerjaan infrastruktur pendidikan tersebut ternyata belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pengerjaan yang masuk dalam skema Program Strategis Nasional (PSN) ini dinilai berjalan sangat lamban dari jadwal yang telah ditentukan. Hal ini memicu kekhawatiran pemerintah daerah mengingat fasilitas tersebut sangat dinantikan oleh warga Kota Pasuruan.
“Tadi kita sama-sama lihat, kalau kita lihat progres pengurukannya ini baru mencapai 40 persen,” ujar Adi Wibowo di lokasi proyek, Jumat (27/2).
Mas Wali menyebutkan bahwa kendala aksesibilitas di sekitar area pembangunan menjadi salah satu pemicu utama terhambatnya distribusi material pengurukan. Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut seharusnya sudah diantisipasi sejak awal oleh pihak pelaksana proyek.
Pemerintah Kota Pasuruan menuntut komitmen serius dari kontraktor pelaksana, Nindya Karya, untuk segera melakukan langkah-langkah percepatan pengerjaan. Pengawasan ketat akan terus dilakukan oleh jajaran Forkopimda agar target operasional pada tahun ajaran baru mendatang tidak meleset.
“Kalau sesuai dengan target waktu yang sudah ditetapkan bulan Juni selesai, maka mestinya memang ada langkah percepatan,” tegas Mas Wali.
Satu-satunya solusi untuk mengejar ketertinggalan progres adalah dengan menambah jumlah alat berat serta tenaga kerja di titik-titik krusial proyek. Hal ini mendesak dilakukan agar bangunan sekolah sudah siap digunakan saat memasuki bulan Juni mendatang sesuai kontrak yang berlaku.
“Kontraktornya itu mestinya bisa menambahkan beberapa alat untuk percepatan agar sesuai dengan perencanaan,” pungkasnya. (ada/kun)






