Blitar (beritajatim.com) – Proyek pembangunan gedung SMP Negeri 6 Kota Blitar senila Rp17 miliar terbilang lelet. Ditargetkan selesai pada 13 Desember 2023 mendatang, progres dari proyek tersebut baru mencapai 71 persen.
Progres pembangunan SMPN 6 Kota Blitar ini masih belum bisa memenuhi target pengerjaan bulan ini yang mencapai 75 persen. Artinya progres pembangunan SMPN 6 Kota Blitar saat ini masih terlambat 4 persen dari target yang telah ditentukan.
“Ya ada kendala-kendala non-teknis salah satunya adalah material dari pabrikan yang mungkin masih harus antre dan sebagainya, tapi Insya Allah semua sudah teratasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Samsul Hadi, Kamis (16/11/2023).
Meski mengalami keterlambatan, rekanan proyek yakin bisa menyelesaikan pembangunan gedung SMPN 6 Kota Blitar sesuai target. Untuk mengejar keterlambatan tersebut, kontraktor akan menambah jam kerja atau lembur.
BACA JUGA:
DPRD Blitar Menduga Penghapusan Syarat Sertifikasi Untuk Meloloskan Calon Titipan Direksi PDAM
Targetnya yakni satu hari 1 persen untuk proses pembangunan gedung SMPN 6 Kota Blitar. Bahan baku yang sempat menjadi kendala kini juga sudah terpenuhi, sehingga proses pembangunan bisa dikebut.
“Jadi secara material semen dan pekerja sudah cukup tinggal kita melakukan pemberdayaan waktu dan jam kerja dari pada pelaksanaan proyek,” imbuhnya.

Pembangunan SMPN 6 Kota Blitar ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama ini, difokuskan pada pembangunan ruang kelas, ruang guru serta kantor.
Saat ini 24 ruang kelas sudah terbangun dan tinggal melakukan finishing. Sementara untuk ruang guru dan kantor masih dalam tahap pengerjaan di bagian atap bangunan.
BACA JUGA:
Disorot Aiman Soal Pengintegrasian CCTV, Ini Jawaban Kapolres Blitar Kota
Dana yang dikeluarkan untuk pembangunan gedung baru untuk SMPN 6 Kota Blitar ini pun mencapai Rp17 miliar. Pemerintah Kota Blitar pun meminta kepada pihak kontraktor untuk lebih mempercepat pembangunan gedung SMPN 6 agar segera bisa ditempati oleh siswa untuk belajar.
Meski begitu kualitas bagunan juga tetap harus diperhatikan. Dinas Pendidikan Kota Blitar tidak ingin bangunan sekolah tersebut terkesan asal-asalan. Maka dari itu, pembangunan gedung SMPN 6 Kota Blitar akan terus diawasi.
“Ini kan masih ada tahap ke-2 kita berharap ini kan gedung sudah jadi dan listrik sudah masuk maka bisa dimanfaatkan (ditempati),” tutupnya. [owi/beq]






