Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah mempercepat rencana pembangunan Kampung Haji di Mekkah dengan memulai proses pembebasan lahan seluas 54 hektar di kawasan Jabal Hindawiyah.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji Muhadjir Effendy menyebut proyek ini akan menampung sebagian besar jemaah Indonesia. Kawasan tersebut berada di lokasi yang sangat strategis.
“Kampung Haji juga sudah diinisiasi sekarang dalam tahap pembebasan lahan dari 84.000 hektar, informasi yang saya dapat sekitar 54 hektar sudah tersedia,” ujar Muhadjir saat dijumpai di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (30/4/2026).
Pembangunan fisik kawasan ini nantinya meliputi ratusan menara yang terbagi dalam puluhan blok. Pemerintah juga menyiapkan akses terowongan bawah tanah menuju Masjidil Haram.
“Mungkin melalui tunnel ya, melalui jalan bawah tanah sehingga tidak mengganggu atau tidak terganggu oleh lalu-lalang kendaraan,” katanya.
Pendanaan proyek dipastikan tidak menggunakan anggaran negara karena dikelola langsung oleh Badan Pengelola Investasi Danantara. Investor asal Saudi juga bakal ikut ambil bagian.
“Pembangunan Kampung Haji itu tidak tergantung dengan APBN karena itu langsung dihandel oleh Danantara,” tegas Muhadjir.
Proyek ini bisa berjalan setelah adanya lobi khusus presiden kepada pihak Kerajaan Arab Saudi. Langkah tersebut berhasil mengubah aturan kepemilikan properti bagi negara asing.
“Pemerintah Saudi telah berkorban cukup besar karena harus merubah undang-undang. Pemilikan properti negara lain ini kan enggak boleh di situ,” pungkasnya. [ipl/kun]






